Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Selama Mei 2026, Bencana di Aceh Dominan Kebakaran Hutan dan Lahan

redaksi by redaksi
02/06/2026
in Nanggroe
0
Warga Aceh Besar Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan

Arsip-Petugas BPBD Aceh Besar sedang memadamkan kebakaran lahan. ANTARA/HO-BPBD Aceh Besar

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) mencatat sebanyak 31 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh selama periode Mei 2026.

Dari seluruh kejadian yang tercatat, kebakaran masih menjadi jenis bencana yang paling dominan, baik kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang secara keseluruhan mencapai 19 kejadian atau hampir 60 persen dari total kejadian bencana selama bulan Mei dengan prakiraan kerugian mencapai 28 Miliar rupiah.

Berdasarkan data BPBA, rincian kejadian bencana yang terjadi selama Mei 2026 meliputi 12 kejadian kebakaran permukiman, 7 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 6 kejadian angin puting beliung, 4 kejadian banjir, dan 2 kejadian abrasi. Kejadian-kejadian tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh dengan tingkat dampak yang bervariasi.

Kejadian seluruh bencana bedampak pula pada 134 rumah rusak dan 304 rumah terendam akibat banjir.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT, mengatakan bahwa dominasi kejadian kebakaran pada bulan Mei menjadi perhatian serius karena Aceh mulai memasuki musim kemarau di beberapa wilayah. Penurunan curah hujan dan kondisi cuaca yang lebih kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut, semak belukar, dan area perkebunan.

“Tren kejadian pada bulan Mei menunjukkan bahwa kebakaran masih menjadi ancaman utama di Aceh. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya,” ujar Bahron Bakti.

Selain kebakaran, kejadian angin puting beliung sebanyak 6 kali juga memberikan dampak terhadap permukiman warga di beberapa daerah. Sementara itu, 4 kejadian banjir masih terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu singkat. Di wilayah pesisir, 2 kejadian abrasi tercatat menyebabkan pengikisan garis pantai yang berpotensi mengancam infrastruktur dan permukiman masyarakat.

Dari sisi dampak, bencana yang terjadi selama Mei 2026 mengakibatkan 1.007 Kepala Keluarga (KK) atau 3.459 jiwa terdampak, serta menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum di beberapa daerah. Selain itu, kejadian karhutla juga mengakibatkan sekitar 26 hektare lahan terdampak, sehingga menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya penanggulangan bencana di Aceh.

Menghadapi meningkatnya ancaman karhutla, BPBA telah melakukan berbagai langkah penanganan dan pencegahan bersama BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Upaya tersebut meliputi patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, pemantauan titik panas (hotspot), penyebarluasan informasi peringatan dini, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, hingga peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman.

BPBA juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran. Pemantauan kondisi cuaca dan potensi karhutla dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan kejadian seiring berlangsungnya musim kemarau.

Bahron Bakti mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Mitigasi dan pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko bencana. Dengan dukungan dan kesadaran masyarakat, kita berharap kejadian karhutla maupun bencana lainnya dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan,” tutup Bahron Bakti.

Previous Post

15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau

Next Post

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Next Post
Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

STAIN Meulaboh Seleksi Ratusan Calon Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN 2026

STAIN Meulaboh Seleksi Ratusan Calon Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN 2026

09/06/2026
UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Paling Diminati di Sumatera, 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN

UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Paling Diminati di Sumatera, 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN

09/06/2026
Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com