BANDA ACEH – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBEN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kegiatan Postgraduate Student Seminar Series dengan tema “Exploring Current Trends in English Language Education and Applied Linguistics”.
Acara yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian mahasiswa pascasarjana ini berlangsung di Ruang Ujian Prodi S-2 FKIP USK, Rabu (10/6/2026).
Seminar series ini menghadirkan empat orang presenter dengan topik yang beragam, mulai dari motivasi belajar mahasiswa internasional, pengembangan literasi anak usia dini, analisis kesalahan penulisan akademik, hingga kajian budaya Aceh melalui metafora konseptual dalam pidato adat pemakaman.
Presenter pertama, Julia Makhrami memaparkan, hasil penelitiannya mengenai motivasi belajar mahasiswa internasional dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL).
Dalam presentasinya, Julia menekankan, bahwa motivasi merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan dan keberhasilan belajar mahasiswa.
“Motivasi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar dan juga terhadap pencapaian akademik mereka,” ujar Julia.
Katanya, mahasiswa internasional sering menghadapi tantangan linguistik, akademik, maupun sosiokultural.
Namun ungkapnya, melalui berbagai strategi yang dikembangkan, mereka mampu mempertahankan proses pembelajaran EFL.
Ia berharap, hasil penelitiannya dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan untuk menyediakan lingkungan belajar dan sistem dukungan yang lebih efektif bagi mahasiswa internasional.
Berikutnya, Intan Selian mempresentasikan penelitiannya tentang penggunaan media digital dalam membantu perkembangan kemampuan membaca anak usia dini di Aceh.
Intan menjelaskan, penelitian tersebut berfokus pada pemanfaatan karakter fonik animasi Alphablocks dan aktivitas membaca berbasis kata (Consonant-Vowel-Consonant (CVC).
“Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan apakah karakter fonik animasi dapat membantu anak-anak belajar membaca,” paparnya.
Selanjutnya ia menuturkan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa media digital yang menarik, pembelajaran fonik yang terstruktur, serta dukungan keluarga dapat bekerja secara sinergis dalam membangun fondasi literasi yang kuat bagi anak-anak.
Menurutnya, penguasaan literasi sejak usia dini menjadi modal penting bagi keberhasilan belajar anak pada jenjang pendidikan berikutnya.
Sementara itu, Laili Hijriati memaparkan penelitiannya mengenai kesalahan penulisan yang teridentifikasi melalui Grammarly pada proposal penelitian mahasiswa sarjana.
Ia mengatakan, penelitian tersebut secara khusus mengkaji bagian background of study yang merupakan salah satu komponen penting dalam penulisan akademik.
“Saya ingin mengetahui jenis-jenis kesalahan menulis yang paling sering muncul dalam proposal penelitian mahasiswa serta faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut,” ucap Laili.
Diungkapkannya dengan memahami pola kesalahan yang ada, kita dapat merancang strategi pembelajaran penulisan akademik yang lebih efektif bagi mahasiswa EFL.
Ia menambahkan, bahwa hasil penelitian tersebut diharapkan dapat membantu dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menulis akademik di perguruan tinggi.
Pada sesi terakhir, Rizki Amelia memperkenalkan kajiannya mengenai metafora konseptual dalam pidato adat pemakaman masyarakat Aceh.
Penelitian ini berupaya mengungkap makna yang terkandung dalam berbagai ungkapan yang digunakan dalam tradisi tersebut.
“Saya tertarik untuk memahami bagaimana metafora konseptual digunakan dalam pidato adat pemakaman masyarakat Aceh dan bagaimana bahasa mencerminkan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat,” tandas Amel.
Melalui penelitian ini, ia berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya Aceh sekaligus memperkaya kajian linguistik budaya.
Koordinator Prodi MPBEN, Prof Dr Iskandar Abdul Samad kepada media ini menyampaikan, kegiatan seminar ini berlangsung dengan antusias dari peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.
“Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan dalam sesi diskusi, menunjukkan ketertarikan peserta terhadap topik-topik penelitian yang dipresentasikan,” kata Prof Iskandar.
Dikatakannya, bahwa Postgraduate Student seminar series merupakan bagian dari komitmen prodi ini untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa, serta mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan masyarakat.
Prof Iskandar mengharapkan, melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, tetapi juga mendapatkan masukan konstruktif yang dapat memperkaya dan menyempurnakan penelitian yang sedang mereka lakukan.










