Banda Aceh – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Riyanto, melakukan kunjungan ke sarana produksi CV Razie Aceh di Kabupaten Aceh Jaya sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan produk pangan dan Obat Bahan Alam (OBA) lokal yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Dalam kunjungan tersebut, Riyanto meninjau secara langsung proses pengolahan berbagai produk berbasis bahan alam lokal yang telah dikembangkan oleh CV Razie Aceh. Kabupaten Aceh Jaya diketahui memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti daun kelor, jahe, dan manjakani yang telah diolah menjadi beragam produk pangan serta Obat Bahan Alam yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
Produk-produk hasil inovasi pelaku usaha di Aceh Jaya tersebut kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Aceh, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sejumlah produk telah diminati wisatawan mancanegara sebagai oleh-oleh khas Aceh yang memiliki nilai kesehatan.
Riyanto mengapresiasi komitmen pelaku usaha yang terus berinovasi mengembangkan produk berbasis kearifan lokal dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan mutu.
“Aceh memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk pangan dan Obat Bahan Alam yang bernilai tinggi. Kami mendorong pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas, keamanan, dan konsistensi produk sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen serta menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Riyanto dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, legalitas usaha dan penerapan standar mutu merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
“Produk yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan regulasi akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang. BBPOM Aceh siap memberikan pendampingan dan pembinaan agar pelaku usaha dapat terus tumbuh dan menghadirkan produk terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri pangan dan Obat Bahan Alam di Aceh, BBPOM Aceh terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga sektor perbankan.
Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem usaha yang mampu mendorong lahirnya produk-produk lokal yang inovatif, aman, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BBPOM Aceh berharap potensi bahan alam yang dimiliki Aceh dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pengembangan Obat Bahan Alam juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah serta memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan produk herbal dan pangan berbasis sumber daya alam di Indonesia.










