BANDA ACEH– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Layanan Internasional (International Office/IO) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan webinar karier internasional bertajuk “The Aussie Hustle: Conquering 12 Companies Across 5 States” secara daring melalui platform Zoom Meeting, Kamis, (11/6/2026).
Webinar ini menghadirkan Lianita Nasution, Alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIN Ar-Raniry angkatan 2019, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dan alumni dengan wawasan praktis serta strategi menembus pasar kerja global, khususnya di Australia.
Direktur International Office (IO) UIN Ar-Raniry, Prof. Saiful Akmal, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan sharing session mengenai program Work and Holiday Visa (WHV) ke Australia. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya fleksibilitas, semangat adaptasi, dan keberanian mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman di era global yang serba cepat dan lintas disiplin saat ini.
“Di dunia yang serba cepat dan lintas disiplin ini, kita dituntut untuk serba bisa. Begitu juga dalam kehidupan. Kita patut meneladani semangat Mbak Lia yang tidak sungkan memodifikasi jalannya untuk bisa sampai ke Australia,” ujar Prof. Saiful.
Ia juga menambahkan harapannya agar program ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry lainnya. “Saya berharap Mbak Lia dan teman-teman IO ke depan bisa membimbing adik-adik kita di sini melalui coaching atau mentoring,” harapannya.
Dalam sesi tersebut, Lianita memaparkan rekam jejak serta kiat suksesnya beradaptasi hingga berhasil direkrut oleh 12 perusahaan yang tersebar di lima negara bagian di Australia.
“Program WHV memberikan kesempatan untuk tinggal selama 12 bulan di Australia, belajar hingga 4 bulan, dan visanya dapat diperpanjang hingga maksimal 3 tahun. Namun, ini bukanlah jalur yang mudah. Dibutuhkan kesiapan fisik, mental, serta mindset yang kuat seperti adaptabilitas, resiliensi, kemandirian, dan growth mindset untuk bertahan di luar negeri ,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan secara detail mengenai berbagai pilihan karier dan keberlanjutan hidup bagi para peserta setelah menyelesaikan program Work and Holiday Visa (WHV) di Australia. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa alumni program ini memiliki peluang besar untuk tetap tinggal di Australia melalui jalur visa kerja maupun mengeksplorasi kesempatan di negara lain.
“Bagi yang saat ini berada di Indonesia dan sudah memiliki pengalaman kerja sekitar tiga hingga lima tahun, kalian bisa langsung memeriksa daftar pekerjaan yang dibutuhkan melalui situs resmi Immi Home Affairs Australia. Jika keahlian kalian masuk dalam Working in Australia Occupation List, kalian memiliki peluang besar untuk langsung mengajukan Skilled Independent Visa (subclass 189) atau Skilled Nominated Visa (subclass 190) tanpa harus memulai lagi pengalaman kerja di Australia,” ungkapnya.
Di akhir pemaparannya, ia memberikan rincian persiapan penting sekaligus pesan motivasi yang kuat kepada para peserta, khususnya yang ingin keluar dari zona nyaman untuk mencari pengalaman internasional.
“Jika ingin merasakan bagaimana pengalaman hidup dan bekerja di luar negeri, menyukai tantangan, atau bahkan masih belum yakin dengan jalur karier masa depan, mulailah mempersiapkan dokumen dari sekarang. Tingkatkan keterampilan pendukung seperti bahasa, kemampuan menyetir, hingga memasak karena keahlian tersebut sangat berguna,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, “Rencanakan keuangan dengan matang, serta siapkan fisik dan mentalnya. Menurut saya, ini adalah kesempatan yang harus dimaksimalkan oleh pemuda-pemudi di Indonesia. Selagi kesempatan itu ada, ambil dan manfaatkan, Kalau bukan dicoba sekarang, kapan lagi,” tegasnya secara solutif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai budaya kerja di luar negeri, dan semakin banyak mahasiswa dan alumni UIN Ar-Raniry yang termotivasi untuk mengembangkan keterampilan global, dan mengambil peluang berkarier di kancah Internasional.









