Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Lewat Puisi, LK Ara Kritik Eksploitasi Tambang dan Kerusakan Hutan

Joe Samalanga by Joe Samalanga
18/06/2026
in Nanggroe
0
Lewat Puisi, LK Ara Kritik Eksploitasi Tambang dan Kerusakan Hutan

BANDA ACEH – Penyair Aceh, LK Ara, kembali menyuarakan kegelisahannya terhadap kerusakan lingkungan melalui karya sastra. Di tengah maraknya polemik pertambangan, ia menilai persoalan eksploitasi alam harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap ekologi dan kehidupan masyarakat.

Menurut LK Ara, isu tambang bukanlah tema baru dalam karya-karyanya. Sejak lama ia menulis puisi yang berangkat dari kegelisahan atas kerusakan lingkungan, termasuk akibat aktivitas pertambangan dan penggundulan hutan.

“Ketika pohon ditebang, itu bukan hanya soal ekologi. Pohon adalah ayat Tuhan,” kata LK Ara saat membaca puisi di sebuah diskusi seniman Aceh dan komunitas SKATE PARK STAGE Banda Aceh di Sophi Sunset Coffee, Geuce, Banda Aceh, Rabu (17/6/2026), yang dihadiri sejumlah seniman, musisi, aktor teater, pegiat budaya dan masyarakat umum.

Ia menjelaskan, berbagai perubahan bentang alam yang disaksikannya selama bertahun-tahun menjadi sumber inspirasi dalam menulis puisi. Baginya, sastra memiliki peran sebagai medium kritik sosial sekaligus pengingat agar manusia tidak kehilangan hubungan spiritual dengan alam.

Salah satu puisi yang ditulisnya terkait kegelisahan tersebut berjudul Dzikir di Hadapan Musibah. Selain itu, LK Ara juga menyinggung puisi berjudul Pantan Cuaca, nama desa di Kabupaten Gayo Lues yang ditulis sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan lingkungan yang terjadi akibat eksploitasi alam.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Karena itu, suara-suara kritik melalui karya sastra perlu terus dihadirkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian alam.

Melalui puisi-puisinya, LK Ara mengajak masyarakat dan para pengambil kebijakan untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya alam agar pembangunan tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan hidup.[]

Previous Post

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Next Post

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Next Post
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Abdya Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Integritas dan Kinerja

Bupati Abdya Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Integritas dan Kinerja

30/09/2026
Gabungan Tani Seunubok Lubok Raja Karya Abadi dan Aliansi Layangkan Surat Permintaan RDP ke Pimpinan DPRK Abdya

Gabungan Tani Seunubok Lubok Raja Karya Abadi dan Aliansi Layangkan Surat Permintaan RDP ke Pimpinan DPRK Abdya

30/09/2026
20.293 Rumah Terdampak Banjir, Rehab Rekon Pidie Jaya Dikebut

20.293 Rumah Terdampak Banjir, Rehab Rekon Pidie Jaya Dikebut

30/09/2026
Tim SMKN 1 Pante Bidari Raih Anugerah Film Terbaik di Ajang ADC 2026

Tim SMKN 1 Pante Bidari Raih Anugerah Film Terbaik di Ajang ADC 2026

30/09/2026
Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

30/09/2026

Terpopuler

Lewat Puisi, LK Ara Kritik Eksploitasi Tambang dan Kerusakan Hutan

Lewat Puisi, LK Ara Kritik Eksploitasi Tambang dan Kerusakan Hutan

18/06/2026

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com