BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Aceh kembali menggelar Program Saweu Sikula melalui kegiatan Kajian Perempuan dan Anak di SMAN 1 Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB itu menghadirkan narasumber Dr. Drs. Yusrizal., M.Si, kepala Biro Keistimewaan Aceh Kesra Setda Aceh dengan diikuti para siswa/siswi dan dewan guru sekolah setempat yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta.
Kacabdin Kab. Aceh Besar Dinas pendidikan Aceh Ahmad Fazil, S.pd. M.pd dalam sambutannya mengajak para siswa dan dewan guru untuk mengikuti kegiatan ini dengan sangat serius.
Sementara itu, kepala sekolah SMAN 1 Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar Jafar, S.Pd, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Aceh yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesra Setda Aceh Dr. Drs. Yusrizal, M.Si yang bertindak sebagai pembicara yang mengangkat tema kekuatan ruhiyah remaja menghadapi Musibah.
Yusrizal menjelaskan bahwa untuk penguatan psikososial Anak Pasca Bencana, kita perlu memahami musibah dalam perspektif Islam dimana setiap musibah mengandung hikmah untuk memperkuat keimanan dan karakter. Serta meyakini bahwa Allah tidak memberikan musibah diluar kemampuan hambanya.
Bersamaan dengan hal tersebut pentingnya kekuatan Ruhiyah pasca bencana dengan mengelola rasa takut, cemas, sedih, dan trauma. Selain itu optimisme dalam menjalani kehidupan setelah bencana dan membangun ketahanan diri dalam menghadapi kesulitan juga merupakan hal penting lainnya.
Adapun Nilai-Nilai Ruhiyah yang harus di kuatkan diantaranya Iman dan Taqwa dalam menghadapi ujian, sabar menerima proses pemulihan, tawakal dalam melakukan ikhtiar, syukur dan ikhlas dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.
Adapun penguatan Ruhiyah yang harus dilakukan diantaranya menjaga shalat lima waktu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan dzikir untuk ketenangan jiwa, dan menjalin pertemanan untuk saling menguatkan.
Kemudian yusrizal juga mengatakan kekuatan ruhiyah dalam pemulihan psikososial dapat mengurangi stres dan kecemasan pascabencana, menumbuhkan rasa aman dan percaya diri, membantu bangkit dari kesedihan yang berkelanjutan dan memupuk kemampuan beradaptasi dengan kondisi yang ada.
Di akhir materi Yusrizal menyebutkan bahwa dukungan lingkungan untuk penguatan ruhiyah sangatlah penting diantaranya orang tua dalam memberikan kasih sayang, guru dalam menciptakan lingkungan kondusif, tokoh agama melakukan pendampingan serta teman sebaya saling menguatkan.
Sementara itu Mukhsin Rizal, S.Hum., M.Ag., M.Si kepala Bagian kesra Non Pelayanan Dasar Biro Keistimewaan Aceh dan Kesra Setda Aceh mengatakan Kegiatan Saweu Sikula ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Aceh dalam menghadirkan edukasi langsung ke sekolah-sekolah yang berdampak bencana melalui penguatan psicososial bagi anak didik.
Program ini menjadi ruang dialog dan pembelajaran bagi siswa dan guru agar lebih memahami isu perempuan dan anak secara komprehensif, juga diharapkan memberikan dampak positif bagi para siswa, terutama dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga etika, kesehatan mental, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam dimensi spiritual. Ujarnya.
Selain itu Mukhsin juga mengajak siswa untuk stop bulllying, menjauhi narkoba dan mengunakan media sosial secara positif. []










