Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Krak, KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Strategis Aceh

redaksi by redaksi
22/06/2026
in Lintas Timur
0
Krak, KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Strategis Aceh

Foto: dok. KemenPU

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengambil langkah cepat dalam penanganan infrastruktur pascabencana dengan langsung membangun jembatan permanen di jalur strategis Sumatera-Aceh tanpa menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai sepenuhnya.

Menurutnya, infrastruktur darurat yang biasanya dibangun pada masa tanggap darurat bencana hanya bersifat sementara dan memiliki keterbatasan kapasitas.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan pentingnya jalur penghubung tersebut bagi distribusi logistik nasional, termasuk pengangkutan bahan bakar minyak (BBM), semen, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Pada saat tanggap darurat, yang kita bangun itu kan bersifat darurat, sementara waktu. Kemudian, misalnya, jembatan darurat yang kita bangun itu tidak akan bertahan lama karena yang melintas merupakan kendaraan besar, meskipun sudah kita batasi maksimal 20 ton. Jadi tidak mungkin (dibatasi),” kata Dody dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

“Belum lagi ini merupakan jalur lintas Medan-Aceh, ada angkutan BBM, logistik, semen, dan lain-lain. Jadi kemudian saya memberanikan diri, walaupun sebetulnya waktu itu belum boleh. Seharusnya saya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi langsung membangun jembatan permanennya,” tambahnya.

Hal itu ia sampaikan dalam acara InfraTalk di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut Dody, pekerjaan fisik di lapangan telah berjalan sehingga kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut dapat terserap dengan cepat. Meski demikian, pembayaran kepada pelaksana pekerjaan tetap harus mengikuti mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi karena di PU ini banyak pekerjaan yang sudah bersifat permanen, sehingga penyerapan anggarannya bisa berlangsung lebih cepat,” ujar Dody.

Selain pembangunan infrastruktur permanen, Kementerian PU juga terus menjalankan program padat karya di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

“Untuk padat karya di Sumatra itu masih terus berlangsung, terutama untuk pembersihan lumpur. Jadi itu di Ditjen Cipta Karya. Kan masih banyak lumpur, terutama di daerah Aceh Tamiang. Semua lokasi akan kita bersihkan dari lumpur,” ungkapnya.

Hingga Juni 2026, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah hunian sebanyak 1.544 unit atau sekitar 83 persen dari total target 1.866 unit di 18 lokasi. Sementara itu, pembersihan fasilitas umum, kawasan permukiman, serta relokasi puskesmas telah mencapai progres 100 persen.

Di sektor sumber daya air, pemerintah telah menangani dua embung terdampak, memperbaiki 178 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta membangun 70 sumur bor dangkal. Sementara itu, di bidang konektivitas, sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan terdampak telah ditangani. Pada sektor sanitasi dan persampahan, sebanyak 15 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan 12 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) telah ditangani.

Komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana juga diperkuat dengan dukungan anggaran yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mengalokasikan anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp100,1 triliun untuk periode tiga tahun.

Sumber: detik.com

Previous Post

Seorang Pria Didakwa Terkait Serangan Anti-Muslim di Skotlandia

Next Post

Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman

Next Post
Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman

Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

29/09/2026
APBK Perubahan 2026 Pidie Masuk Tahap Pengawasan, Alzaizi: Penutupan Bukan Akhir Tanggung Jawab

APBK Perubahan 2026 Pidie Masuk Tahap Pengawasan, Alzaizi: Penutupan Bukan Akhir Tanggung Jawab

29/09/2026
Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

29/09/2026
Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

Tingkatkan Pemahaman Fardhu ‘Ain, Penyuluh Agama Bimbing Warga Binaan LAPAS

29/09/2026
DPD RI Aceh Minta Dukungan Museum Tsunami untuk Perluas Pengenalan Lembaga kepada Masyarakat

DPD RI Aceh Minta Dukungan Museum Tsunami untuk Perluas Pengenalan Lembaga kepada Masyarakat

29/09/2026

Terpopuler

Krak, KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Strategis Aceh

Krak, KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Strategis Aceh

22/06/2026

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

Tiga Guru SMAN 1 Tapaktuan Ikuti Pelatihan Fasda Bidang STEM

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com