BANDA ACEH — Seniman dan budayawan Aceh, Rafly Kande, menilai seni dan kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta mendewasakan masyarakat di tengah derasnya arus perubahan zaman dan budaya populer yang terus berkembang.
Menurut Rafly, masyarakat Aceh memiliki warisan peradaban yang kuat yang diwariskan oleh para pendahulu. Semangat tersebut tercermin dalam berbagai hikayat dan nilai-nilai budaya yang mengajarkan keberanian, keluasan berpikir, serta tanggung jawab terhadap masa depan.
“Endatu kita telah meninggalkan pesan-pesan besar tentang bagaimana melihat dunia dengan cara yang luas. Itu menunjukkan bahwa masyarakat Aceh sejak dahulu memiliki pandangan yang jauh ke depan,” kata Rafly dalam sebuah diskusi budaya di Banda Aceh.
Ia menyoroti perlunya menghadirkan ruang-ruang kreatif yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda saat ini tanpa meninggalkan nilai-nilai kebudayaan. Menurutnya, perkembangan budaya populer yang begitu cepat harus diimbangi dengan arah dan nilai yang jelas agar tidak kehilangan substansi.
“Ada kealpaan kita dalam menghadirkan ruang-ruang yang relevan bagi generasi sekarang. Seni seharusnya menjadi arah yang membimbing, bukan sekadar hiburan,” ujarnya.
Rafly juga mengisahkan pengalamannya selama puluhan tahun berkecimpung di dunia seni, termasuk ketika tampil dalam berbagai panggung politik. Ia menegaskan bahwa seniman harus menjaga independensinya dan tidak menjadi alat kepentingan politik sesaat.
Menurutnya, seniman hadir untuk menghibur dan memberikan pesan kepada masyarakat, bukan menjadi bagian dari atribut atau kelompok politik tertentu.
“Kami pernah tampil di panggung politik, tetapi tetap menjaga posisi sebagai seniman. Seni harus berdiri di atas semua kelompok dan tetap dekat dengan masyarakat,” katanya.
Rafly mengaku kekuatan seni terletak pada ketulusan dalam menyampaikan pesan. Ketika karya lahir dari kejujuran dan keikhlasan, masyarakat akan datang dan memberikan apresiasi secara alami.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membangun proses pendewasaan masyarakat melalui karya-karya seni yang mampu menyentuh kesadaran publik tanpa kehilangan daya tariknya bagi generasi muda.
“Kalau ditanya apa yang paling penting hari ini, menurut saya adalah pendewasaan masyarakat. Seni dan kebudayaan memiliki peran besar untuk mencapai itu,” ujar Rafly.
Rafly menambahkan bahwa perkembangan dunia yang semakin dinamis menuntut para pelaku seni untuk terus beradaptasi. Namun demikian, adaptasi tersebut harus tetap berpijak pada identitas dan nilai budaya yang menjadi akar kehidupan masyarakat Aceh.
Baginya, kebahagiaan terbesar dalam proses berkesenian adalah ketika ruang dialog dan imajinasi tetap hidup di tengah masyarakat, sehingga seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan pembelajaran bersama.[]









