LHOKSUKON – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Utara untuk meninjau hasil rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase pada Selasa (5/5). Dalam kegiatan tersebut, Menteri Dody secara simbolis membuka pintu air guna memastikan aliran irigasi telah kembali menjangkau lahan-lahan pertanian warga pasca kerusakan akibat banjir bandang November 2025.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I telah selesai menuntaskan rehabilitasi DI Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara. Sebelumnya DI Krueng Pase terdampak bencana banjir bandang pada November 2025 lalu.
Menurut Menteri Dody, langkah cepat dalam merampungkan rehabilitasi ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk segera memulihkan kehidupan warga, terutama para petani, agar mereka dapat kembali aktif berproduksi.
“Perbaikan ini kita dorong cepat agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun,” kata Menteri Dody.
Pekerjaan rehabilitasi ini tidak hanya mencakup perbaikan bendung, tetapi juga menyentuh infrastruktur pendukung lainnya, seperti rehabilitasi saluran induk sepanjang 32,82 km, saluran sekunder sepanjang 112,36 km, serta pendukung lainnya.
Dengan total cakupan layanan mencapai 8.922 hektare lahan persawahan, DI Krueng Pase menjadi tumpuan bagi irigasi di sembilan kecamatan, yaitu Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir.
Rehabilitasi ini mengembalikan layanan irigasi pada area kanan seluas 5.614 hektare dan area kiri seluas 3.308 hektare. Peningkatan kinerja irigasi juga mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) dari 65% hingga mencapai 250%, yang akan berdampak langsung pada peningkatan produksi beras dan pendapatan petani.
Upaya rehabilitasi Bendung Krueng Pase dimulai pada tahun anggaran 2025, namun pada November 2025 pekerjaan sempat terdampak banjir bandang, sehingga percepatan penyelesaian menjadi prioritas untuk memulihkan layanan irigasi bagi petani.
Menteri Dody turut memanfaatkan momen kunjungan tersebut untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat tani. Salah satu aspirasi datang dari Mochtar Ahmad, seorang petani asal Paya Kambuk, yang mengungkapkan rasa syukur atas beroperasinya kembali bendung tersebut, mengingat para petani sempat mengalami krisis air akibat terjangan banjir sebelumnya.
“Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat kesulitan air. Sekarang sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani,” ujar Mochtar.
Kementerian PU turut memfasilitasi upaya pemulihan pasca-bencana dengan menginisiasi pembersihan endapan sedimen di area persawahan serta membangun lahan percontohan (demplot) seluas 2 hektare guna memacu peningkatan produktivitas petani.
Kini, DI Krueng Pase telah berfungsi kembali seiring tuntasnya upaya rehabilitasi. Hal ini menjadi kunci penting dalam mendukung pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan air irigasi yang merata dari hulu sampai ke hilir. Selain diharapkan mampu mengantisipasi risiko kekeringan pada musim kemarau, berfungsi kembalinya DI Krueng Pase juga berperan mempercepat proses normalisasi lahan persawahan yang sebelumnya tertimbun sedimen akibat banjir.









