Takengon – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar kegiatan Coffee Morning sebagai ruang diskusi akademik bagi dosen dan civitas akademika. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) tersebut menghadirkan narasumber Dr. Farid Fauzi, M.Pd, dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, M.A., mengangkat tema “The Integration of Islamic Values into Organizational Citizenship Behavior to Improve Organizational Performance.” Tema tersebut menjadi bahasan penting dalam upaya memperkuat budaya organisasi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dalam paparannya, Dr. Farid Fauzi menjelaskan bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan perilaku sukarela individu di luar tugas formal yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas dan kemajuan organisasi. Menurutnya, integrasi nilai-nilai Islam seperti keikhlasan (ikhlas), amanah, tanggung jawab, kerja sama (ta’awun), serta kepedulian sosial menjadi landasan moral yang dapat memperkuat praktik OCB dalam lingkungan kerja.
“Ketika nilai-nilai Islam menjadi bagian dari budaya organisasi, maka perilaku individu tidak hanya didorong oleh tuntutan pekerjaan, tetapi juga oleh kesadaran spiritual dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Hal ini pada akhirnya dapat mendorong peningkatan kualitas kinerja organisasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan Coffee Morning merupakan salah satu program akademik LPPM yang bertujuan untuk menumbuhkan budaya ilmiah dan memperkuat tradisi diskusi di kalangan dosen serta civitas akademika.
Ia berharap forum ilmiah semacam ini dapat menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengembangan perspektif baru dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan di lingkungan IAIN Takengon.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diikuti oleh dosen dan civitas akademika IAIN Takengon. Berbagai pandangan dan pengalaman peserta turut memperkaya diskusi mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam perilaku organisasi sebagai strategi untuk mewujudkan tata kelola lembaga pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing.









