Banda Aceh – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan satu orang lagi haji Aceh meninggal dunia karena sakit di Tanah Suci Makkah, sehingga total yang wafat di Arab Saudi menjadi 18 orang.
“Kita menerima laporan satu lagi haji Aceh meninggal dunia kemarin, Selasa (23/6) setelah menjadi perawatan di Makkah, sampai sekarang sudah 18 orang yang wafat di Tanah Suci,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Rabu.
Arijal mengatakan, haji Aceh yang meninggal dunia terakhir yaitu Fatimah Basyah (76) dari Kloter 9 asal Kabupaten Aceh Jaya, wafat di King Abdul Aziz Hospital, karena mengalami sakit paru-paru.
Arijal menyebutkan, adapun 17 jamaah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia sebelumnya yakni Muhammad Thaib (75) dari Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, di RS King Abdul Aziz Makkah karena gangguan pernapasan akut.
Dihari yang sama, juga terdapat satu haji Aceh yang meninggal dunia dalam pesawat saat perjalanan menuju Tanah Air yakni Aisyah Abdullah Nanggroe (92) dari Kloter 7 asal Kabupaten Aceh Timur.
Kemudian, M Natsir Muhammad Isa (60) dari Kloter 14 asal Kabupaten Pidie Jaya, wafat di RS Al Hada Armed Forces Hospital Makkah. Cut Salimah (81) dari Kloter 10 asal Kabupaten Pidie juga telah menghembuskan napas terakhirnya di GNP Hospital Jeddah, Sabtu (20/6).
Lalu, Mustafa Ismail (69) dari Kloter 4 asal Kota Banda Aceh di RS King Abdul Aziz Makkah karena gangguan pernapasan, Jumat (19/6). Busra Bustamam Jamil dari Kloter 9 asal Kabupaten Aceh Selatan di Makkah.
Dedeng Trisulo dari kloter 11 asal Kota Lhokseumawe di Madinah, Rabu (18/6). Razali Mahmud Ben dari Kloter 4 asal Kota Langsa, wafat di Al Haram Hospital Madinah pada Senin (15/6) karena komplikasi penyakit.
Muhammad Yusuf bin Nafi dari Kloter 8 asal Kabupaten Bireuen, pada Minggu (14/6), di Madinah. Nurdin Ali (69) dari Kloter 10 asal Kabupaten Pidie, meninggal di Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayyiz Makkah, Sabtu (6/6) karena serangan jantung.
Selanjutnya, Mahdi Muhammad Sufi (60) dari Kloter dua asal Kabupaten Aceh Besar, wafat di RS King Abdul Aziz, almarhum menderita penyakit ginjal. Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74) dari kloter 10 asal Kabupaten Pidie, di King Abdul Aziz Hospital, pada Minggu (31/5).
Berikutnya, Sulasry Abdul Gani (74) dari kloter lima asal Kabupaten Bireuen pada Minggu (31/5) di kamar hotel Burj Al Wahda Almutamayiz Makkah. Aminah Ahmad (76) dari kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya pada Sabtu (30/5) di Sheefa Hospital.
Serta, Siti Salmijah (83) dari kloter 13 asal Pidie Jaya pada Kamis (28/5) di RS Mina Al Wadi. Maimunah Yusuf Ali (72) dari kloter 13 asal Aceh Tamiang pada Selasa (26/5). Dan Nurwaida Muhammad Yusuf (76) dari kloter delapan asal Kabupaten Bireuen, pada Selasa (26/5).
Arijal menyampaikan, jamaah haji Aceh yang meninggal dunia di Makkah telah dimakamkan pada dua lokasi berbeda antara lain pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram. Sedangkan yang wafat di Madinah dikebumikan pada pemakaman Baqi.
Selain itu, dirinya juga menyebutkan bahwa hingga saat ini terdapat tiga haji Aceh yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, baik dalam wilayah Makkah maupun Madinah.
Dalam kesempatan ini, Arijal menyampaikan berbelasungkawa dan mendoakan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan dalam menerima ketentuan Allah SWT.
“Kepergian mereka saat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi jalan menuju rahmat dan ampunan-Nya. Dan, semoga seluruh amal ibadah, doa, dan pengabdian yang telah mereka lakukan diterima disisi Allah SWT,” demikian Arijal.









