LAHAD DATU — Aktivitas mencium lem yang melibatkan anak-anak, remaja dan orang dewasa semakin mengkhawatirkan di sekitar kota Lahad Datu kota dan distrik penting di pantai timur Sabah, Malaysia, karena semakin banyak orang yang ditemukan berkeliaran dalam keadaan delusi karena penyalahgunaan zat inhalasi.
Sebuah survei publik menemukan beberapa lokasi publik dan area fokus di kota, seringkali di mana individu yang terlibat berkumpul untuk secara terbuka mencium lem, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat. Yang lebih mengejutkan lagi, ada juga anak-anak yang diyakini terlibat dalam kegiatan berisiko seperti itu bersama orang tua.
Penduduk setempat menyatakan frustrasi bahwa gejala-gejala ini tidak hanya merusak citra kota, tetapi berpotensi menyebabkan berbagai masalah sosial lainnya termasuk kegagalan pendidikan, kejahatan kecil, vandalisme, dan penyalahgunaan narkoba yang lebih serius.
Menurut kajian tentang penyalahgunaan inhalasi di Malaysia, gejala bau gam sering menjadi pilihan kerana biayanya yang rendah dan mudah diperoleh. Namun, efeknya dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan sistem saraf, masalah pernapasan, kerusakan organ dalam bahkan risiko kematian jika dilakukan berulang kali.
Fakta yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa gejala-gejala ini tidak lagi difokuskan pada orang dewasa, tetapi juga melibatkan siswa sekolah dan anak-anak. Beberapa penelitian sebelumnya telah menemukan penyalahgunaan lem di kalangan remaja dikaitkan dengan risiko terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan masalah sosial lainnya jika dibiarkan.
Masalah bau lem bukanlah hal baru di Lahad Datu. Selama beberapa tahun terakhir, publik dan berbagai pihak telah menyuarakan keprihatinan atas peningkatan kasus yang melibatkan anak-anak dan remaja yang berurusan dengan gejala-gejala ini, termasuk rekomendasi untuk kontrol yang lebih ketat yang akan diberlakukan pada penjualan lem kepada anak di bawah umur.
Masyarakat berharap pihak berwenang, lembaga kesejahteraan, sekolah, orang tua, dan lembaga swadaya masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan dan program kesadaran untuk memastikan anak muda tidak terus terjebak dalam siklus kecanduan yang dapat mengganggu masa depan mereka.
Masyarakat juga mendesak tindakan bersatu segera sebelum gejala yang digambarkan sebagai “penghilangan sementara” menjadi lebih sulit dikendalikan dan terus merampas potensi generasi muda di daerah tersebut.
Sumber: Facebook Borneo Mania









