Sabang – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIS Al-Aziziyah Sabang mendesak PT ASDP Indonesia Ferry untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjualan tiket kapal lambat rute Sabang–Banda Aceh. Hingga kini, masyarakat masih sering mengalami kesulitan memperoleh tiket, padahal transportasi laut merupakan kebutuhan vital bagi warga Sabang.
Ketua DEMA STIS Al-Aziziyah Sabang, Haikal, didampingi Sekretaris DEMA, Syaihan Abil, menyampaikan bahwa penerapan sistem pembelian tiket secara daring patut diapresiasi sebagai bentuk digitalisasi layanan. Namun, sistem tersebut belum sepenuhnya memberikan kemudahan bagi masyarakat karena tiket sering habis dalam waktu singkat dan masih banyak keluhan terkait proses pembelian.
“Kami meminta PT ASDP tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga memastikan sistem berjalan secara adil, transparan, dan benar-benar memudahkan masyarakat. Keluhan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem yang ada masih perlu dibenahi,” tegas Haikal.
DEMA STIS Al-Aziziyah Sabang mengusulkan beberapa langkah perbaikan, yaitu menerapkan check-in digital menggunakan QR Code agar penumpang tidak perlu lagi mengantre untuk mencetak tiket, memperketat verifikasi identitas pemegang tiket menggunakan E-KTP, serta memastikan penjualan tiket manual hanya dilakukan melalui mitra resmi dengan biaya layanan yang wajar dan diawasi secara ketat.
Menurut DEMA, pelayanan transportasi laut harus mengedepankan kepastian, keadilan, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, PT ASDP diharapkan segera melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh agar persoalan kelangkaan tiket tidak terus berulang dan hak masyarakat untuk memperoleh layanan transportasi yang baik dapat terpenuhi.
“Transportasi laut adalah urat nadi masyarakat Sabang. Jangan sampai sistem yang seharusnya memudahkan justru menjadi penghambat mobilitas masyarakat. Sudah saatnya PT ASDP menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan berpihak kepada kepentingan publik,” tutup Haikal.










