BANDA ACEH – Kehadiran Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Golkar dalam acara pelantikan pengurus DPD I Golkar Aceh di Hotel Hermes Banda Aceh melahirkan optimisme baru bagi tata kelola energi di Serambi Mekkah.
Pengamat Kebijakan Publik dan Akademisi USK, Nasrul Zaman, yang ikut mendengarkan pidato tersebut secara langsung, meminta seluruh elemen masyarakat Aceh mengawal ketat janji strategis yang disampaikan sang menteri.
”Di podium Hermes, Pak Menteri secara ksatria menyandingkan kekecewaan historis Aceh dan Papua terhadap pusat, dan beliau menegaskan berkomitmen penuh untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dalam proyek strategis Blok Andaman.”
“Ini adalah pernyataan politik tingkat tinggi yang wajib kita apresiasi dan kita tagih pembuktiannya secara konsisten,” ungkap Nasrul Zaman di Banda Aceh.
Nasrul menguraikan, satu-satunya cara konkret agar janji tidak mengecewakan Aceh itu terpenuhi adalah dengan memastikan seluruh hasil eksploitasi gas Mubadala Energy diproses di darat melalui terminal KEK Arun Lhokseumawe.
Skema onshore ini merupakan harga mati sosiologis demi terciptanya dampak berganda (multiplier effect) yang luas bagi pemulihan ekonomi daerah pasca-dana otsus.
”Terima kasih Pak Menteri atas keberpihakannya yang nyata. Pernyataan Anda telah membangkitkan harapan besar di hati rakyat Aceh, dari kalangan sarjana yang mendambakan lapangan kerja hingga para petani di dataran tinggi yang menanti perluasan pasar.”
“Sekarang, mari kita kawal bersama agar kebijakan hulu migas di Blok Andaman ini benar-benar konsisten mendarat di darat KEK Arun dan membawa kemakmuran yang hakiki bagi Aceh,” tutup Nasrul Zaman.









