Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Pentagon Rilis Buku Panduan buat Warga AS Cara Hindari Serangan Drone

redaksi by redaksi
15/07/2026
in Internasional
0
Pentagon Rilis Buku Panduan buat Warga AS Cara Hindari Serangan Drone

Ilustrasi drone. (AFP/JALAA MAREY)

Jakarta – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon pekan ini menerbitkan buku panduan komprehensif bagi warga AS mengenai cara menanggulangi serangan drone.

Buku pedoman tersebut membantu orang awam memahami ancaman yang ditimbulkan drone serta cara menghindari dan mencegah serangan drone.

Brigjen Matthew Ross, direktur Satuan Tugas Antarlembaga Gabungan 401, organisasi utama Pentagon untuk menanggulangi pesawat nirawak, menggambarkan buku panduan tersebut sebagai “landasan bersama untuk membentuk pendekatan kolektif terhadap tantangan ini”, “bukan manual teknis atau seperangkat aturan terperinci”.

Dengan menggunakan bahasa percakapan, buku ini menawarkan panduan seperti “Empat P Ancaman Drone”, “Lima D dalam Melindungi Diri dari Drone”, serta definisi sederhana dari konsep dan prosedur teknis.

Dilansir dari Military Times, buku ini bukan cuma menawarkan panduan, tetapi juga sebuah perspektif.

Pada bab pembuka, buku pedoman tersebut berbagi anekdot singkat dari tahun 1939 tentang “masa bahagia’ bagi Nazi Jerman karena Pasukan Sekutu belum tahu bagaimana harus bereaksi terhadap operasi kapal selam U-boat.

“Namun, ‘masa bahagia’ itu tidak berlangsung selamanya. Kapal-kapal Inggris dan Amerika belajar beradaptasi dengan ancaman tersebut dengan menerapkan sistem konvoi untuk melindungi jalur pelayaran, menggunakan kapal pengawal, dan mengembangkan teknologi baru seperti sonar, radar, dan bom laut,” demikian isi buku tersebut.

Buku panduan ini menjelaskan bahwa teknologi dalam peperangan selalu berubah. Namun, buku itu juga menekankan bahwa senjata dan peralatan saja tidak cukup untuk memenangkan perang.

“Militer yang belajar beradaptasi dan berinovasi, menggunakan kembali sistem pertahanan yang ada dan membangun sistem pertahanan baru untuk mengatasi kerentanan yang dieksploitasi oleh drone,” isi buku tersebut.

“Mereka mengubah cara berpikir mereka tentang drone dan cara mereka berperang,” lanjut buku tersebut.

Meskipun sebagian besar buku didedikasikan untuk menerapkan kiat dan teknik untuk mencegah atau menghindari serangan pesawat tak berawak, buku ini juga menawarkan perspektif tentang kecerdasan buatan (AI).

Buku tersebut memahami bahwa AI banyak dipandang sebagai penyelamat atau ancaman, serta sebagai solusi atau kekuatan menakutkan.

“Kedua deskripsi tersebut tidak berguna. Dalam praktiknya, AI jauh lebih netral daripada yang dikira,” demikian bunyi buku itu.

Menurut buku tersebut, AI merupakan alat yang dimaksudkan membantu menganalisis data dengan mengenali pola dan membuat prediksi untuk membantu manusia dalam pengambilan keputusan.

AI tidak dianggap menggantikan penilaian dan pengambilan keputusan manusia. Juga tidak dianggap memahami niat atau konsekuensi suatu tindakan.

“Yang dilakukannya dengan baik adalah memilah, membandingkan, mengkorelasikan, dan menyoroti sinyal yang mungkin hilang dalam kebisingan,” bunyi buku tersebut.

Buku ini menekankan bahwa AI tidak hanya berguna saat krisis, saat tekanan tinggi, atau saat patroli sudah bereaksi. Nilainya disebut “meluas ke seluruh tantangan perlindungan, jauh sebelum drone menimbulkan ancaman.”

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

DPRK Kuliti Kinerja Pemkab Pidie Jaya: PAD Mandek, Aset Terbengkalai, Dokumen Rp64,47 Miliar Hilang

Next Post

Update Perang AS-Iran: Selat Hormuz Diblokade, Kuwait-Bahrain Dirudal

Next Post
Update Perang AS-Iran: Selat Hormuz Diblokade, Kuwait-Bahrain Dirudal

Update Perang AS-Iran: Selat Hormuz Diblokade, Kuwait-Bahrain Dirudal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 11,16 Persen pada Juli 2026

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 11,16 Persen pada Juli 2026

03/09/2026
Karhutla di Aceh Barat Hanguskan 8 Hektare Lahan

Polda Aceh Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

03/09/2026
USK dan Pemerintah Perkuat Ekosistem Nilam Aceh Berkelanjutan

USK dan Pemerintah Perkuat Ekosistem Nilam Aceh Berkelanjutan

03/09/2026
Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem Minta Warga Aceh Siaga Bencana

03/09/2026
Kankemenag Aceh Barat Salurkan Bantuan untuk RA Terdampak Angin Kencang

Kankemenag Aceh Barat Salurkan Bantuan untuk RA Terdampak Angin Kencang

03/09/2026

Terpopuler

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

Di Abdya, Gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim” Mulai Berjalan

02/09/2026

Ohku, Dana Bencana Rp37,9 Miliar Mengendap: 96% Belum Terserap, Bupati Pijay Ancam Sanksi OPD

Data Google Trend: Blangpidie Catat Minat Pencarian “Slot” Tertinggi di Aceh

Kepala SMKN Idi Lepas Tiga Siswa Prakerin ke Toyota Auto Medan

Pentagon Rilis Buku Panduan buat Warga AS Cara Hindari Serangan Drone

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com