SIGLI – Ribuan karateka dari seluruh kabupaten/kota di Aceh memadati GOR Pancasila Sigli dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Aceh. Lebih dari sekadar perebutan gelar juara dan hadiah puluhan juta rupiah.
Kejuaraan ini menjadi panggung pembinaan atlet sekaligus tolok ukur keseriusan daerah dalam membangun prestasi olahraga secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Pidie menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyelenggaraan Kejurda sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berorientasi pada pembinaan atlet usia dini hingga prestasi.
Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, mengatakan bahwa kejuaraan olahraga harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, disiplin, dan berkarakter.
“Pemerintah Kabupaten Pidie memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kejurda sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Kami berharap Kejurda ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet karate berbakat yang memiliki kemampuan teknik dan mental bertanding yang kuat, sehingga mampu mengharumkan nama Aceh pada berbagai ajang nasional maupun internasional,” ujar Sarjani.
Menurutnya, keberhasilan mencetak atlet berprestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesinambungan sistem pembinaan yang dimulai dari kompetisi daerah. Karena itu, Kejurda menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi bibit-bibit potensial yang nantinya dapat dipersiapkan menuju kejuaraan nasional hingga level internasional.
Sarjani menilai olahraga karate tidak hanya membentuk kemampuan fisik dan teknik bertanding, tetapi juga menempa karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa sportivitas yang menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Ia juga mengapresiasi FORKI Aceh dan seluruh panitia yang telah mempercayakan Kabupaten Pidie sebagai tuan rumah Kejurda. Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga berskala provinsi turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM selama kejuaraan berlangsung.
“Kami ingin Pidie tidak hanya dikenal sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah penyelenggaraan event olahraga, tetapi juga menjadi daerah yang konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Aceh dan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Kejurda FORKI Aceh menjadi salah satu agenda penting pembinaan olahraga prestasi di Aceh dengan mempertemukan ribuan karateka dari berbagai perguruan dan kabupaten/kota.
Selain memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah, ajang ini diharapkan menjadi ruang evaluasi pembinaan, memperkuat persaudaraan antarkarateka, sekaligus melahirkan atlet-atlet terbaik yang siap bersaing pada level nasional maupun internasional.[Mul]










