Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Kemana Mengalir Dana Bencana Rp36 Miliar? Aliansi Pemuda Minta Pemkab Pidie Jaya Buka Seluruh Dokumen

redaksi by redaksi
15/07/2026
in Lintas Timur
0
Kemana Mengalir Dana Bencana Rp36 Miliar? Aliansi Pemuda Minta Pemkab Pidie Jaya Buka Seluruh Dokumen

MEUREUDU – Lebih dari enam bulan setelah bencana banjir melanda Kabupaten Pidie Jaya, transparansi penggunaan anggaran penanganan bencana senilai Rp36 miliar mulai menjadi sorotan publik.

Aliansi Pemuda Pidie Jaya secara resmi melayangkan surat kepada Bupati Pidie Jaya dan Wakil Bupati selaku Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Bencana, mendesak pemerintah daerah membuka seluruh dokumen penggunaan dana yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp11 miliar dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp25 miliar dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Utara.

Surat bernomor 001/PP/VII/2026 dan 004/PP/VII/2026 yang disampaikan pada Jumat lalu itu merupakan permintaan resmi agar pemerintah memberikan akses terhadap dokumen perencanaan, pelaksanaan, realisasi anggaran, daftar kegiatan, penerima manfaat, hingga laporan pertanggungjawaban penggunaan dana penanggulangan bencana.

Permintaan tersebut muncul di tengah masih minimnya informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat mengenai bagaimana dana puluhan miliar rupiah itu dibelanjakan.

Ketua Aliansi Pemuda Pidie Jaya, Muhammad Rizha, mengatakan keterbukaan bukan sekadar tuntutan moral, melainkan kewajiban badan publik sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Surat resmi sudah kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati selaku Ketua Satgas Penanggulangan Bencana. Kami meminta pemerintah membuka seluruh dokumen penggunaan anggaran tersebut agar masyarakat mengetahui secara jelas ke mana dana itu dialokasikan,” ujar Rizha.

Menurutnya, hingga saat ini masyarakat belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai rincian penggunaan BTT Rp11 miliar yang dikelola BPBD maupun TKD Rp25 miliar yang diterima untuk penanganan dampak bencana.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ruang spekulasi yang sebenarnya dapat dihindari apabila pemerintah secara proaktif menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami tidak sedang menuduh adanya penyimpangan. Yang kami minta adalah keterbukaan. Ketika anggaran yang digunakan berasal dari uang negara dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, maka seluruh proses penggunaannya harus dapat diakses dan dipertanggungjawabkan secara terbuka,” katanya.

Rizha menegaskan bahwa transparansi merupakan instrumen penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, terutama dalam pengelolaan anggaran kebencanaan yang sering dilakukan melalui mekanisme percepatan.

Menurutnya, semakin besar nilai anggaran yang dikelola, semakin besar pula tuntutan akuntabilitas yang harus dipenuhi pemerintah daerah.

“Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui besaran anggarannya, tetapi tidak pernah memperoleh penjelasan mengenai kegiatan apa saja yang dilaksanakan, siapa pelaksananya, berapa nilai setiap pekerjaan, dan apa hasil yang sudah dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Aliansi Pemuda Pidie Jaya juga mengingatkan bahwa dana penanggulangan bencana merupakan anggaran yang memiliki tujuan khusus untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

Oleh Karena itu, mereka meminta seluruh penggunaannya benar-benar sesuai ketentuan hukum serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun kepada publik.

“Dana bencana bukan milik pemerintah, bukan milik pejabat, dan bukan milik kelompok tertentu. Itu adalah uang negara yang harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan, bantuan, dan pemulihan yang nyata. Kalau seluruh penggunaannya telah sesuai aturan, tidak ada alasan untuk menutup dokumen yang menjadi hak publik,” ujar Rizha.

Aliansi Pemuda Pidie Jaya menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah memberikan jawaban resmi atas surat yang telah disampaikan. Jika dalam waktu yang patut tidak terdapat tanggapan maupun keterbukaan informasi, organisasi tersebut menyatakan akan menggunakan mekanisme hukum yang tersedia, termasuk jalur penyelesaian sengketa informasi publik apabila diperlukan.

Desakan tersebut menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya terhadap pengelolaan anggaran penanganan bencana yang menjadi perhatian luas masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya maupun BPBD Pidie Jaya terkait surat permohonan keterbukaan dokumen tersebut.[Mul]

Previous Post

Membanggakan, Siswi SMAN 6 Tekengon Raih Dua Medali Emas Tingkat Nasional

Next Post

Rotasi Birokrasi Pidie Jaya; Langkah Strategis atau Sekadar Pergeseran Jabatan?

Next Post
Rotasi Birokrasi Pidie Jaya; Langkah Strategis atau Sekadar Pergeseran Jabatan?

Rotasi Birokrasi Pidie Jaya; Langkah Strategis atau Sekadar Pergeseran Jabatan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rotasi Birokrasi Pidie Jaya; Langkah Strategis atau Sekadar Pergeseran Jabatan?

Rotasi Birokrasi Pidie Jaya; Langkah Strategis atau Sekadar Pergeseran Jabatan?

15/07/2026
Kemana Mengalir Dana Bencana Rp36 Miliar? Aliansi Pemuda Minta Pemkab Pidie Jaya Buka Seluruh Dokumen

Kemana Mengalir Dana Bencana Rp36 Miliar? Aliansi Pemuda Minta Pemkab Pidie Jaya Buka Seluruh Dokumen

15/07/2026
Membanggakan, Siswi SMAN 6 Tekengon Raih Dua Medali Emas Tingkat Nasional

Membanggakan, Siswi SMAN 6 Tekengon Raih Dua Medali Emas Tingkat Nasional

15/07/2026
Film “Dua Mata” Angkat Kegelisahan tentang Uang, Sutradara Ajak Publik Kaji Sistem Moneter

Film “Dua Mata” Angkat Kegelisahan tentang Uang, Sutradara Ajak Publik Kaji Sistem Moneter

15/07/2026
FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh Laksanakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh Laksanakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

15/07/2026

Terpopuler

Polda Lampung Berhasil Amankan DPO Kasus Narkotika dari Aceh

Polda Lampung Berhasil Amankan DPO Kasus Narkotika dari Aceh

14/07/2026

DPRK Desak Bupati Copot Pengurus MPU Pidie Jaya yang Berpolitik

Sekolah Kumuh Bak Sekolah Laskar Pelangi Ada Di Aceh Selatan

31 Keuchik Resmi Dilantik, Bupati Pidie Jaya: Tinggalkan Politik, Utamakan Pelayanan Rakyat

DPRK Kuliti Kinerja Pemkab Pidie Jaya: PAD Mandek, Aset Terbengkalai, Dokumen Rp64,47 Miliar Hilang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com