Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Bupati Dr. Safaruddin Kucurkan Rp1,5 M untuk Petani Abdya

redaksi by redaksi
20/07/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Bupati Dr. Safaruddin Kucurkan Rp1,5 M untuk Petani Abdya

BLANGPIDIE — Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin, S. Sos MSP menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pengembangan komoditas kopi bagi petani di Kecamatan Tangan-Tangan dan Lembah Sabil.

Pogram tersebut diproyeksikan menjadi langkah awal menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dikatakan Dr. Safaruddin saat menghadiri Workshop Kopi bertajuk Pemasaran Kopi dan Pelatihan Menjadi Petani Kopi Muda Aceh Barat Daya yang digelar MUSI, di Jamboe Drien, Blangpidie, Minggu (19/07/2026). Pemerintah daerah tidak hanya akan menyalurkan bibit, tetapi juga menyiapkan pendampingan hingga hilirisasi produk.

“Kita sedang punya program dua komoditi unggulan, bantuan bibit kopi robusta dan juga bibit nilam. Nilainya Rp1,5 miliar lebih kurang itu kita coba di wilayah Tangan-Tangan dan Lembah Sabil,” kata Safaruddin.

Ia mengatakan pola bantuan yang diterapkan kali ini berbeda dibanding sebelumnya. Jika selama ini bantuan hanya berupa penyaluran bibit, pemerintah kini akan mendampingi petani mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga memastikan hasil produksi memiliki pasar yang jelas.

Dr. Safaruddin juga menegaskan pemerintah daerah akan membuka akses pendukung bagi petani, termasuk pembangunan infrastruktur jalan menuju sentra produksi kopi. Menurutnya, pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah nanti akan mengupayakan bukan hanya kasih bibit, tapi juga akses jalannya. Dari hulu sampai hilirnya kita selesaikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi mengatakan, anggaran Rp1,5 miliar tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan secara khusus dialokasikan untuk pengadaan bibit kopi di lahan seluas sekitar 120 hektare.

Hendri menjelaskan, pengembangan kopi tahun ini difokuskan di Kecamatan Tangan-Tangan dan Lembah Sabil, sedangkan ekspansi ke kecamatan lain seperti Blangpidie, Setia dan wilayah lainnya direncanakan mulai tahun depan. Sistem penanaman juga dilakukan secara parsial sehingga tidak mengganggu tanaman yang sudah ada.

“Tanaman kopi bisa ditanam menggunakan pola parsial, yaitu ditanam di lahan yang sudah ada tanaman pelindung seperti durian, jengkol dan tanaman perkebunan lainnya,” kata Hendri.

Penanaman pola parsial ini dilakukan selain karena terbatasnya hamparan lahan, secara aturan tanaman kopi, kata Hendri memang dibenarkan ditanam di antara tanaman pelindung.

“Karena setelah kita cek ke lapangan, paling ada 30 persen hamparan. Sementara kita butuh 120 hektare,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) sekaligus praktisi kopi, Dedy Darmansyah, menilai potensi kopi Abdya cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Menurutnya, kondisi geografis daerah lebih cocok untuk pengembangan kopi robusta dibanding arabika yang membutuhkan dataran lebih tinggi.

Dedy juga mendorong pemerintah agar mulai melirik pengembangan kopi liberika yang dinilai memiliki prospek pasar yang baik. Ia menyebut kopi liberika mulai mendapat perhatian dunia, bahkan pernah menjadi pemenang dalam kompetisi barista di Kanada.

“Dalam kompetisi barista di Kanada itu yang menang liberika. Malaysia sudah duluan, kita yang punya potensi jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.

Previous Post

Karhutla di Aceh Barat Hanguskan 8 Hektare Lahan

Next Post

Rekam Jejak Strategis: Nurdiansyah Alasta Layak Jadi Nahkoda Demokrat Aceh

Next Post
Rekam Jejak Strategis: Nurdiansyah Alasta Layak Jadi Nahkoda Demokrat Aceh

Rekam Jejak Strategis: Nurdiansyah Alasta Layak Jadi Nahkoda Demokrat Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

11/09/2026
500 Fakir Uzur dan Lansia di Banda Aceh Peroleh Dana Zakat

500 Fakir Uzur dan Lansia di Banda Aceh Peroleh Dana Zakat

11/09/2026
Ketua TP PKK Aceh Timur Raih Penghargaan Pembina Organisasi Kewanitaan Terbaik I se-Aceh

Ketua TP PKK Aceh Timur Raih Penghargaan Pembina Organisasi Kewanitaan Terbaik I se-Aceh

11/09/2026
[Opini] Menelusuri Jejak yang Hampir Hilang: Misteri Imam Sabil dalam Perang Lawe Melang Menggamat

[Opini] Menelusuri Jejak yang Hampir Hilang: Misteri Imam Sabil dalam Perang Lawe Melang Menggamat

11/09/2026
Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

11/09/2026

Terpopuler

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

11/09/2026

Wacana Kantin Sekolah Kelola MBG, HMI Sigli Minta SPPG Diperkuat

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Bupati Dr. Safaruddin Kucurkan Rp1,5 M untuk Petani Abdya

Pembenahan SPPG Dinilai Lebih Tepat daripada Jadikan Kantin Pusat MBG

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com