BIREUEN – Pesantren Modern Al Zahrah kembali menggelar agenda rutin Taujihat di Musala Al Makki, Ahad malam, 19 Juli 2026. Kegiatan bimbingan santri yang rutin dilaksanakan setiap malam Senin bakda salat Isya dan diikuti seluruh santri putra dan putri Al Zahrah ini menjadi momentum penting bagi pembinaan ruhiyah dan intelektual santri.
Bertindak sebagai pemateri, Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., mengangkat tema inti tentang pentingnya kesungguhan menuntut ilmu di masa muda.
Mengawali petuahnya, Tgk. Fadhil mengutip penggalan ungkapan Imam Syafi’i yang menjadi pengingat keras bagi santri: “Siapapun yang tidak belajar di waktu mudanya atau barangsiapa menyia-nyiakan waktu menuntut ilmu di masa mudanya, maka bertakbirlah empat kali atas kematiannya.”
Ia menjelaskan, maksud dari syair tersebut adalah barangsiapa yang masa remajanya tidak mau bersusah payah untuk menuntut ilmu dan tidak memiliki motivasi dalam belajar, maka layaknya disalatkan seperti jenazah.
“Mereka layaknya jenazah yang bergentayangan, bahkan dalam konteks sosial tak keliru jika disebut kehilangan arah dan manfaat,” tegasnya.
Dalam Taujihat itu, Tgk. Fadhil juga menegaskan bahwa santri Al Zahrah disiapkan menjadi calon generasi Qur’ani dan calon pemimpin masa depan. Karena itu, mental instan dan anti-proses harus dibuang jauh.
“Jangan berandai untuk kesuksesan, tapi tidak pernah mau berproses, tidak mau bersusah payah. Bahkan, jangan bermimpi ingin melanjutkan studi ke kampus manapun jika tidak mau berusaha dan belajar,” pesannya di hadapan ratusan santri.
Sebagai penutup, santri diajak untuk menikmati proses menuntut ilmu di pesantren.
“Enjoy Your Life! Kalau mau menjadi apapun maka harus siap berusaha payah dan nikmati,” tutup Tgk. Fadhil.
Selaku pimpinan, Tgk.Fadhil juga menyampaikan bahwa program Taujihat ke depan akan menghadirkan tokoh-tokoh eksternal. Langkah ini diambil untuk memberikan motivasi, wawasan, dan pencerahan ilmu yang lebih luas kepada santri, sekaligus membuka cakrawala berpikir mereka di luar lingkungan pesantren.










