BIREUEN – Sekretaris Pesantren Modern Al Zahrah, Ust. Pramono, S.Pd., mendorong pengurus Organisasi Santri Pesantren Al Zahrah (OSPA) menyusun program kerja yang terukur dan berdampak bagi santri. Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Kerja (Musyker) OSPA, Rabu, 12 Agustus 2026 di Aula Pesantren.
Ust. Pramono menegaskan OSPA harus memiliki strategi program yang jelas agar roda organisasi santri berjalan efektif selama satu tahun ke depan. OSPA wajib merancang program harian, mingguan, bulanan, semesteran, hingga tahunan.
Ia berharap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan santri di pesantren dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Untuk pembelajaran, semua program kerja harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pimpinan pesantren telah mengukuhkan pengurus OSPA beberapa hari lalu. Musyker menjadi agenda wajib pertama mereka dan berlangsung selama tiga hari, 12 hingga 14 Agustus 2026.
Usai pembukaan, pengurus OSPA putra menggelar sidang pleno di Musala Al Makki, sedangkan pengurus OSPA putri di Musala Al Madani. Masing-masing ketua bagian putra dan putri mempresentasikan hasil pleno di hadapan pembina OSPA untuk menyinkronkan program. Kegiatan akan ditutup dengan sidang paripurna terbuka yang dihadiri warga OSPA dan majelis guru di aula pesantren.
Berikut jadwal lengkap Musyker OSPA:
– 12 Agustus 2026: Pembukaan Musyawarah Kerja
– 13 Agustus 2026: Musyawarah Kerja (Sidang Pleno)
– 14 Agustus 2026: Sidang Paripurna
Pembukaan berlangsung tertib. Turut hadir Direktur Kepengasuhan Zainal Adha, S.Pd.I., Wakil Kepengasuhan Rizki Yani, S.Pd., Ketua ALC Ikhwan Ramadhana, M.Ag., Ketua TDC Eka Prasetian, S.Pd., Wali Asrama Yassir Akmal, S.Kom., Nanda Rezeki, S.I.Kom., Sinta Maharani, Koordinator Tahfiz Hazra Yusria Nurhen, S.H., Az-Zahraturrima, Koordinator Bahasa Fajri, S.Pd., serta para wali kelas Trio Antika, S.Pd., Raudhatul Jannah, S.Pd., dan Izzatul Jannah, S.Pd.










