BLANGPIDIE – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya selama lebih kurang 24 jam di negeri Teungku Peukan itu pada Kamis (13/08) menyebabkan banjir merendam ratusan hektar sawah milik warga di wilayah Kemukiman Iku Lhung Kecamatan Jeumpa kabupaten setempat.
Banjir mulai terjadi sejak, Kamis malam itu. Ketinggian air di lahan persawahan mencapai 30-70 cm sehingga padi yang baru berusia 30-45 hari itu terendam genangan air.
“Dari 5 Gampong yang ada di Kemukiman Iku Lhung, tercatat ada sekitar 118 hektar sawah yang terdampak. Ini sangat merugikan petani karena berpotensi gagal panen,” ujarnya Hamdani, Sekdes Ladang Neubok.
Warga mengaku sudah beberapa tahun terakhir sering mengalami banjir saat musim hujan. Pendangkalan sungai dan buruknya saluran drainase disebut menjadi salah satu penyebab.
“Air dari gunung turun langsung ke sawah. Salurannya mampet. Petani tentu rugi besar, modal pupuk dan biaya lainnya pasti hilang” kata Hamdani.
Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi melalui Koordinator Penyuluh BPP Jeumpa,
Putra Zurijal, Sp menyatakan pihaknya akan melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan BPBK serta Dinas PUPR untuk penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
“Informasi lainnya yang dianggap perlu nanti kita akan koordinasikan dengan pimpinan,” kata Putra.
Sementara itu, BPBD Abdya mengimbau masyarakat tetap waspada karena prediksi BMKG curah hujan tinggi masih akan terus berlangsung.
Pemerintah Kemukiman Iku Lhung berharap ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan provinsi agar persoalan banjir di lahan pertanian ini bisa segera ditangani.










