Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

BPJN Aceh Percepat Infrastruktur Pengendali Banjir di Nagan Raya

redaksi by redaksi
20/08/2026
in Lintas Barat Selatan
0
BPJN Aceh Percepat Infrastruktur Pengendali Banjir di Nagan Raya

Banda Aceh – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat pembangunan tiga saluran air beton atau box culvert di Ruas Beutong–Celala, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Infrastruktur senilai sekitar Rp3 miliar tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 untuk memperkuat akses warga dari ancaman erosi, banjir, dan longsor.

Pembangunan box culvert merupakan bagian dari penanganan permanen setelah Ruas Beutong–Celala sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut membuat wilayah di sekitarnya terisolasi dari arah Nagan Raya maupun Takengon.

Struktur baru disiapkan untuk mengendalikan aliran air saat hujan deras sehingga tidak kembali menggerus lereng dan badan jalan.

Project Manager Penanganan Bencana Alam Ruas Genting Gerbang–Jeuram, Feri Ejin, mengatakan box culvert dibangun dengan dimensi 3×6 meter, lebih besar dibandingkan struktur sebelumnya. Kapasitas tersebut diharapkan mampu menampung dan mengalirkan air dengan lebih aman ketika debit meningkat.

“Dimensinya diperbesar dibandingkan sebelumnya. Dengan ukuran 3×6 meter, kami berharap aliran air saat hujan deras dapat tertampung dan terbuang dengan lebih baik sehingga kejadian seperti tahun lalu tidak terulang,” kata Feri saat meninjau pengerjaan.

Pembangunan dilakukan pada tiga titik dengan tantangan utama berupa distribusi material menuju lokasi. Material harus menempuh perjalanan hampir 50 kilometer melalui medan menanjak dan terjal.

Kondisi tersebut membuat kapasitas angkut setiap truk dibatasi sekitar tujuh meter kubik dengan frekuensi rata-rata satu perjalanan per hari.

“Tantangannya adalah memastikan material sampai dan selalu tersedia di lokasi. Medannya cukup ekstrem sehingga kapasitas truk terbatas, sedangkan semen dan material lainnya harus terus dipasok agar pekerjaan tidak terhenti,” ujar Feri dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Untuk mengejar target penyelesaian, BPJN Aceh mengerahkan sembilan ekskavator, 10 dump truck, satu tandem roller, satu dozer, serta sejumlah peralatan pendukung.

Jumlah tenaga kerja dan jam operasional juga disesuaikan dengan kondisi lapangan. Saat cuaca cerah, waktu pengerjaan diperpanjang untuk mengganti waktu kerja yang hilang akibat hujan.

Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen 2.7 Aceh, Fachrun Rizaldi, mengatakan percepatan diperlukan karena ruas tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat.

“Kami melakukan percepatan karena daerah ini sempat terisolasi. Dari arah Nagan Raya tidak bisa masuk, demikian pula dari arah Takengon,” katanya.

Setelah box culvert selesai, jalur tersebut diharapkan lebih tangguh menghadapi peningkatan debit air sekaligus menjaga pergerakan orang, barang, dan aktivitas ekonomi warga.

Perwakilan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menegaskan penguatan infrastruktur harus memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama saat menghadapi musim hujan.

“Ketika curah hujan dan debit air meningkat, masyarakat harus tetap merasa nyaman dan terlindungi,” ujarnya.

Satgas PRR juga mendorong penguatan koordinasi antara BPJN Aceh, pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, dan unsur terkait untuk mengatasi hambatan distribusi material maupun kondisi cuaca.

Previous Post

Karhutla Hanguskan Sekitar Satu Hektare Lahan di Indrapuri

Next Post

STAIN Meulaboh Kembali Kirim Mahasiswa PPL/KPM ke Dua Negara ASEAN

Next Post
STAIN Meulaboh Kembali Kirim Mahasiswa PPL/KPM ke Dua Negara ASEAN

STAIN Meulaboh Kembali Kirim Mahasiswa PPL/KPM ke Dua Negara ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kontingen Aceh Target Borong Juara di PPSN VI 2026

Kontingen Aceh Target Borong Juara di PPSN VI 2026

05/10/2026
Bupati dan Wabup Pimpin Rapat Percepatan Realisasi TKD dan Bankeu Pemkab Aceh Tengah

Bupati dan Wabup Pimpin Rapat Percepatan Realisasi TKD dan Bankeu Pemkab Aceh Tengah

05/10/2026
Hampir 800 Siswa Ikut OMI, 11 Terbaik Lanjut ke Olimpiade Nasional

Hampir 800 Siswa Ikut OMI, 11 Terbaik Lanjut ke Olimpiade Nasional

05/10/2026
Bupati Aceh Jaya Buka Open Turnamen HUT ke-2 Perseka

Bupati Aceh Jaya Buka Open Turnamen HUT ke-2 Perseka

05/10/2026
Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Ikuti Meuseuraya Pemeliharaan Cagar Budaya di Kota Banda Aceh

Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Ikuti Meuseuraya Pemeliharaan Cagar Budaya di Kota Banda Aceh

05/10/2026

Terpopuler

BPJN Aceh Percepat Infrastruktur Pengendali Banjir di Nagan Raya

BPJN Aceh Percepat Infrastruktur Pengendali Banjir di Nagan Raya

20/08/2026

Persada Abdya Juara Zona Sumatra Putaran Nasional Piala Soeratin U-17, Melaju ke 8 Besar di IKN

Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

Harumkan Nama Abdya, M. Yusuf Is Raih Piagam Penghargaan Sosialisator Penggerak Literasi dari Nyalanesia

Sang Kombantan [Jilid 2] Bagian 4

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com