Banda Aceh – PLN akan membangun backbone cadangan jaringan transmisi 275 kV dari Sigli, Aceh ke Pangkalan Brandan, Sumatera Utara dalam tahun ini. Pembangunan itu untuk mengantisipasi pemadaman listrik bila terjadi gangguan di sisi penyaluran.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra mengatakan pembebasan lahan untuk backbone cadangan sudah selesai dilakukan sehingga PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara (SBU) dapat segera melakukan pembangunan infrastruktur. Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua tahun.
“Ini tujuannya untuk memperkuat keandalan sehingga kita mempunyai cadangan transmisi penyaluran. Kalau misalnya ada gangguan di sisi penyaluran satu lagi, kita akan bisa disuplai dari backbone tadi,” kata Eddi kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, PLN juga akan membangun jaringan transmisi Subulussalam-Tapaktuan sehingga dapat segera terhubung dengan sistem interkoneksi Sumatera bagian utara. Selama ini yang sudah terhubung adalah Singkil-Subulussalam.
Proses pembangunan transmisi jalur barat Aceh masih dalam proses pembahasan lahan. Setelah pembangunan selesai, Aceh memiliki dua jalur suplai listrik.
“Nantinya kita mempunyai dua sistem penyaluran dari barat selatan, dan timur sehingga keandalan di Provinsi Aceh ini akan semakin bagus,” jelasnya.
Eddi menjelaskan, PLTA Peusangan di Aceh Tengah juga ditargetkan beroperasi tahun ini. Dengan masuknya 80 MW dari PLTA tersebut, sistem pembangkit di Aceh semakin kuat sehingga akan bertambah surplus menjadi sekitar 600 sampai 700 MW.
“Mohon dukungan dari teman-teman investor di luar, mari sama-sama kita masuk ke Aceh, membangun ekonomi di masyarakat di Aceh, dan kami PLN siap untuk melayani kebutuhan energi teman-teman yang akan melakukan investasi di Aceh,” ujarnya.






