BANDA ACEH — Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh mengimbau para orang tua agar semakin aktif mengawasi, membimbing, dan mendampingi putra-putrinya dalam kehidupan sehari-hari. Peran keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam pergaulan dan perilaku yang bertentangan dengan syariat Islam.
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S., mengatakan pengawasan terhadap anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah maupun aparat penegak syariat. Menurutnya, pembinaan yang paling mendasar justru dimulai dari lingkungan keluarga.
“Pencegahan terbaik dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran penting untuk mengetahui aktivitas anak, dengan siapa mereka bergaul, ke mana mereka pergi, serta memastikan lingkungan pergaulannya memberikan pengaruh yang positif,” ujar Alimsyah
Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi perhatian bersama. Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah, tetapi juga memberikan pendampingan dalam penggunaan media digital.
DSI Kota Banda Aceh mendorong sejumlah langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk meminimalisasi potensi pelanggaran syariat di kalangan generasi muda. Di antaranya, membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memantau aktivitas dan penggunaan media sosial, memperkuat pendidikan agama serta akhlak, dan mengenali lingkungan pergaulan anak.
“Anak-anak perlu dibimbing dengan pendekatan yang baik. Pengawasan harus berjalan seiring dengan komunikasi, keteladanan, pendidikan agama, dan perhatian dari orang tua. Jangan sampai anak merasa tidak memiliki tempat untuk bercerita di dalam keluarga,” katanya.
Menurut Alimsyah, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Selain keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, tokoh agama, aparatur gampong, dan pemerintah perlu membangun kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak.
Dalam upaya memperkuat pembinaan dan pengawasan syariat Islam, DSI Kota Banda Aceh bersama Dai Perkotaan dan Muhtasib Gampong akan terus melakukan langkah-langkah dakwah, sosialisasi, pencegahan dan pengawasan.
“Kita ingin Banda Aceh tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama, dan keluarga menjadi garda terdepan,” pungkas Alimsyah.







