SAMALANGA – Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) mewisuda sebanyak 1.001 lulusan pada Wisuda Tahun 2026, Sabtu (22/8/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa, tetapi juga menjadi refleksi perkembangan UNISAI dalam peningkatan mutu akademik, akreditasi, penelitian, dan pengembangan program studi.
Dalam pidato wisuda, Rektor UNISAI menyampaikan bahwa dari 1.001 wisudawan tersebut, sebanyak 416 orang atau 41,6 persen berasal dari Fakultas Tarbiyah, 247 orang atau 24,6 persen dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 288 orang atau 28,8 persen dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, serta 50 orang atau 5 persen dari Program Pascasarjana.
Menurut Rektor, jumlah seribu wisudawan bukan sekadar angka statistik. Di balik jumlah tersebut terdapat berbagai cerita perjuangan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan, mulai dari kuliah sambil mengabdi di dayah, bekerja, menempuh perjalanan jauh hingga menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi.
“Kesulitan boleh memperlambat langkah kita, tetapi jangan pernah menghentikan perjalanan kita,” pesan Rektor kepada para lulusan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan para lulusan.
Pada kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan sejumlah perkembangan penting yang dicapai UNISAI. Salah satunya adalah peningkatan akreditasi institusi dari peringkatBaik menjadi Baik Sekali.
Peningkatan serupa juga dicapai sejumlah program studi. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Hukum Keluarga Islam yang sebelumnya berperingkat B kini memperoleh peringkat Baik Sekali.
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Bahasa Arab juga mengalami peningkatan dari peringkat B menjadi Baik Sekali.
Menurut Rektor, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama para pendiri, yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi terhadap perkembangan UNISAI.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian Baik Sekali bukan menjadi titik akhir.
“Baik Sekali belum cukup, kita harus berupaya meraih Unggul,” ujarnya.
Upaya menuju peringkat Unggul, lanjutnya, harus dilakukan dengan menjaga mutu pendidikan, memperkuat penelitian, meningkatkan kualitas dosen, serta memperbaiki tata kelola dan pelayanan akademik.







