SIGLI — Anggota DPRK Pidie dari Partai Demokrat, Alkautsar, mengapresiasi pidato Bupati Pidie Sarjani Abdullah saat membuka pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2027 di ruang paripurna DPRK Pidie, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Alkautsar, pidato Bupati memuat arah kebijakan yang seharusnya menjadi pijakan dalam menyusun anggaran, terutama agar APBK tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar menghasilkan program yang berdampak bagi masyarakat.
“Pidato beliau sangat berisi dalam mengimplementasikan seluruh program agar menyentuh kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pidie,” kata Alkautsar dalam keterangan tertulisnya.
Ia menyoroti pernyataan Bupati bahwa tujuan akhir bukan sekadar menghadirkan APBK yang tepat waktu dan tertib administrasi, melainkan APBK yang benar-benar hadir, bekerja, dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp1,38 triliun, belanja Rp1,46 triliun, serta pembiayaan daerah Rp75 miliar.
Alkautsar berharap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menerjemahkan visi Bupati tersebut secara konkret dalam proses pembahasan anggaran.
“Saya berharap TAPD dapat menerjemahkan dengan saksama seluruh ucapan Bupati. Dalam pembahasan anggaran, apa yang diinginkan Bupati dan apa yang diharapkan masyarakat harus dapat diwujudkan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh SKPK agar tidak sekadar mengulang pola penganggaran tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, setiap SKPK harus menyusun komposisi kegiatan yang lebih inovatif, terukur, dan memiliki dampak nyata terhadap masyarakat.
“Jangan sampai kegiatan yang disusun hanya monoton, saban tahun itu-itu saja, atau sekadar copy paste. Anggaran harus diarahkan pada program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.” tegas Alkautsar.[Mul]







