Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster

redaksi by redaksi
26/08/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster

SINABANG — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Insitut Pertanian Bogor (IPB) University Jawa Barat, mendorong pengembangan budidaya Benih Bening Lobster (BBL) bersama masyarakat dan nelayan di sekitar kawasan transmigrasi Selaut, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

Kegiatan tersebut berlokasi di Desa Lafakha Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue pada Minggu (23/8/2026).

Program ini tidak diarahkan sekadar sebagai kegiatan percontohan (prototype), tetapi sebagai langkah awal membangun ekosistem bisnis lobster dari budidaya hingga pemasaran.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Dr Irzal Effendi kepada mefia ini, Rabu (26/8) menyebutkan, tim ini beranggotkan Fina Tanjung SPi, Dhara Devona SPi, Yesi Limbong SPi, Okto Ijen SPi MSi, dan Berli Adam Sah, STr Pi.

Katanya, pengembangan budidaya BBL merupakan tindak lanjut kajian dan pemetaan potensi perikanan TEP IPB University di kawasan transmigrasi Selaut dan wilayah pesisir Simeulue.

Dr Irzal menjelaskan, hasil kajian tersebut kemudian diarahkan menjadi riset aksi berskala usaha tani (farming research), sehingga teknologi yang dikembangkan dapat diuji langsung dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Menurutnya, mengubah potensi BBL bisa menjadi nilai tambah, karena Kabupaten Simeulue memiliki potensi sumber daya lobster yang besar.

Namun ungkap Dr Irzal, nelayan di sini masih menghadapi sejumlah kendala dalam pemanfaatannya, mulai dari keterbatasan wadah budidaya, transportasi antarpulau hingga kesulitan mempertahankan BBL setelah diperoleh.

Disampaikannya, salah seoang nelayan mengatakan, bahwa BBL relatif sulit diperoleh, tetapi ketika berhasil mendapatkan dalam jumlah tertentu, peluang untuk mengusahakannya tetap terbuka.

Ia menuturkan, permasalahan muncul ketika lobster harus di bawa ke rumah, karena tanpa wadah dan pengelolaan air yang tepat, lobster beresiko mengalami kematian.

“Kondisi tersebut mendorong TEP IPB University untuk mengembangkan sistem pemeliharaan yang lebih dekat dengan sumber BBL, salah satunya di sekitar Pulau Lekon,” kata Dr Irzal.

Dikatakannya, pendekatan ini juga dapat mengurangi kebutuhan membawa lobster dan air laut dalam jarak yang jauh.

Meknologi Disesuaikan dengan Kondisi Masyarakat

Lebih lanjut Dr Irzal menjelaskan lagi, bahwa budidaya BBL tidak harus menggunakan teknologi yang kompleks.

“Kalau tidak ada listrik, air laut bisa digunakan dan dialirkan ke dalam ember. Ada ember berisi air laut yang ditempatkan lebih tinggi untuk kemudian dialirkan ke ember yang berada lebih rendah,” ujarnya.

Dr Irzal mengungkapkan, sistem sederhana tersebut memanfaatkan aliran air secara gravitasi sehingga dapat menjadi alternatif untuk pemeliharaan skala rumah tangga di wilayah dengan keterbatasan listrik.

Sementara itu, anggota TEP IPB University, Fina Tanjung mengatakan, budidaya BBL di sekitar Pulau Lekon dapat dikembangkan melalui beberapa pendekatan sesuai kondisi lingkungan.

“Budidaya lobster bisa dilakukan di sekitar Pulau Lekon dengan menyesuaikan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat,” imbuh Fina.

Menurutnya, budidaya BBL tidak hanya dapat menggunakan Recirculating Aquaculture System (RAS) di darat, tetapi juga Meramba Jaring Tenggelam (KJT) di laut.

Fina menjelaskan, penggunaan KJT dinilai sesuai dengan kondisi perairan yang mendukung serta keterampilan masyarakat setempat yang telah terbiasa melakukan aktivitas penyelaman.

Dr Irzal menyampaikan, ia mendorong agar BBL tidak berhenti sebagai komoditas awal, tetapi dipelihara dan di dederkan hingga ukuran juvenil.

“Karena proses tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi yang diterima masyarakat,” tandasnya.

Dr Irzal mengatakan, pengembangan ini diarahkan untuk menciptakan peluang pendapatan melalui pemeliharaan lobster.

“Kami mencoba menciptakan nilai ekonomi melalui produksi lobster hingga ukuran juvenil. Dengan pemeliharaan sekitar dua bulan, masyarakat sudah memiliki peluang mendapatkan nilai ekonomi,” katanya.

Ditambahkannya, BBL yang diperoleh sesuai dengan ketentuan yang berlaku kemudian dipelihara dengan teknologi yang sesuai, dikelola kualitas airnya dan didederkan hingga ukuran juvenil sebelum masuk ke rantai pemasaran.

Previous Post

KPM Mandiri 15 UIN SUNA Ajak Masyarakat Asir-Asir Hidup Sehat Melalui Senam Bersama

Next Post

Alkautsar Apresiasi Pidato Bupati Pidie, Minta TAPD Jadikan Acuan Pembahasan APBK 2027

Next Post
Alkautsar Apresiasi Pidato Bupati Pidie, Minta TAPD Jadikan Acuan Pembahasan APBK 2027

Alkautsar Apresiasi Pidato Bupati Pidie, Minta TAPD Jadikan Acuan Pembahasan APBK 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pria di Banda Aceh Diamankan Polisi Usai Tanam Ganja di Perkarangan Rumah, 16 Polybag Disita

Pria di Banda Aceh Diamankan Polisi Usai Tanam Ganja di Perkarangan Rumah, 16 Polybag Disita

13/10/2026
Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan

Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan

13/10/2026
Al Zaizi: Pelayanan Publik Harus Hadir, Korban Banjir Jangan Dipersulit

Al Zaizi: Pelayanan Publik Harus Hadir, Korban Banjir Jangan Dipersulit

13/10/2026
Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Budaya Baca di Era Digital

13/10/2026
MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

13/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Panjang Baru

Pekerja Tersengat Listrik di Atas Ruko Pidie Jaya, Jatuh 5 Meter hingga Meninggal

Bupati Safaruddin Lepas Persada Abdya U-17 ke Babak 8 Besar Piala Soeratin di IKN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com