Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Tim PKM-BGB USK, ACCI-USK, dan Mahasiswa KKN Tanam 200 Bibit Mangrove di Alue Deah Teungoh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
02/09/2026
in Kampus
0
Tim PKM-BGB USK, ACCI-USK, dan Mahasiswa KKN Tanam 200 Bibit Mangrove di Alue Deah Teungoh

Banda Aceh- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) Universitas Syiah Kuala bersama Aceh Climate Change Initiative (ACCI-USK) dan 20 mahasiswa KKN Tematik melaksanakan penanaman lebih dari 200 bibit mangrove di kawasan pesisir Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Blue-Green Action yang mengintegrasikan penguatan kelembagaan, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga dilengkapi dengan pembuatan struktur pelindung menggunakan bambu dan net atau jaring. Sistem perlindungan tersebut diterapkan untuk membantu menjaga bibit mangrove dari tekanan lingkungan pesisir, terutama sampah laut, kerusakan fisik, serta risiko bibit tercabut atau terbawa arus pasang surut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi lanjutan program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan bertajuk “Blue-Green Action: Penguatan Kelembagaan ProKlim melalui Mitigasi Pesisir dan Manajemen Limbah di Gampong Binaan Alue Deah Teungoh.” Program tersebut dikembangkan untuk mengintegrasikan penguatan kelembagaan, pengelolaan limbah, serta peningkatan ketahanan ekosistem pesisir melalui pendekatan Blue-Green Action.

“Blue Action dirancang sebagai pendekatan yang menggabungkan rehabilitasi pesisir dengan perlindungan bibit secara adaptif. Melalui keterlibatan mahasiswa KKN Tematik dan masyarakat, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pesisir Gampong Alue Deah Teungoh,” ujar Ketua Tim PKM-BGB USK, Prof. Sri Mulyati.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turun langsung ke kawasan berlumpur pesisir untuk menanam bibit sekaligus menyiapkan sistem perlindungannya. Bambu dipasang membentuk struktur atau pagar pada area penanaman, kemudian dikombinasikan dengan penggunaan net untuk membantu mengurangi masuknya sampah serta tekanan langsung terhadap bibit mangrove.

Pendekatan tersebut mengadaptasi prinsip Bamboo Protector yang sebelumnya dirancang dalam program Blue-Green Action. Dalam proposal program, Bamboo Protector dikembangkan sebagai perlindungan mekanis berbahan bambu untuk membantu menjaga bibit mangrove dari hantaman sampah laut dan tekanan arus pasang surut.

Pemasangan struktur bambu dan net menjadi bagian penting dari kegiatan karena rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada proses penanaman. Perlindungan pada fase awal diperlukan agar bibit memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh pada lingkungan pesisir yang dinamis.

Program sebelumnya memang mengidentifikasi rendahnya kelangsungan hidup bibit mangrove sebagai salah satu permasalahan prioritas di Alue Deah Teungoh, terutama akibat hantaman sampah plastik laut dan tekanan pasang surut. Karena itu, intervensi Blue Action dirancang dengan mengkombinasikan penanaman mangrove dan sistem perlindungan yang relatif sederhana serta dapat diterapkan di tingkat masyarakat.

Keterlibatan 20 mahasiswa dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pendekatan partisipatif yang menjadi dasar program Blue-Green Action. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pesisir.

Melalui penanaman lebih dari 200 bibit mangrove yang disertai dengan sistem perlindungan bambu dan net, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan pertumbuhan mangrove sekaligus memperkuat fungsi kawasan pesisir Alue Deah Teungoh sebagai sabuk hijau alami.

Dalam jangka panjang, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan kawasan pesisir terhadap abrasi dan dinamika pasang surut, sekaligus memperkuat kualitas ekosistem pesisir. Program Blue-Green Action sendiri menempatkan keberlanjutan sabuk hijau mangrove sebagai salah satu sasaran ekologis dalam membangun ketahanan Gampong Alue Deah Teungoh.

Kolaborasi antara Tim PKM-BGB USK, ACCI-USK, mahasiswa KKN Tematik, Pemerintah Gampong Alue Deah Teungoh, serta masyarakat diharapkan terus berkembang tidak hanya melalui aksi penanaman, tetapi juga melalui pemeliharaan, pemantauan, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Gampong Alue Deah Teungoh melalui aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan secara partisipatif di tingkat gampong.

Previous Post

Ohku, Dana Bencana Rp37,9 Miliar Mengendap: 96% Belum Terserap, Bupati Pijay Ancam Sanksi OPD

Next Post

300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

Next Post
300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da’i dan Da’iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

300 Peserta Ikut Pelatihan Kaderisasi Da'i dan Da'iyah di Abdya, Dr. Safaruddin Bantu Sarana, Prasarana serta Penguatan Ekonomi Santri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

12/09/2026
Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

12/09/2026
Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

12/09/2026
Ardhiyanto Ujung: Aceh Singkil dan Subulussalam Sudah Layak Jadi Satu Dapil DPRA

DPRK Subulussalam Minta Pemko Tindaklanjuti Surat DPMG Aceh soal Calon Kepala Kampong Bawan

12/09/2026
Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

12/09/2026

Terpopuler

Tim PKM-BGB USK, ACCI-USK, dan Mahasiswa KKN Tanam 200 Bibit Mangrove di Alue Deah Teungoh

Tim PKM-BGB USK, ACCI-USK, dan Mahasiswa KKN Tanam 200 Bibit Mangrove di Alue Deah Teungoh

02/09/2026

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Bupati Aceh Jaya Rotasi Empat JPT Pratama, Dorong Birokrasi Lebih Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com