BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan peran relawan kemanusiaan menjadi kekuatan penting dalam membantu Aceh bangkit dan pulih dari bencana banjir serta longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh.
Pesan tersebut disampaikan melalui pidato Gubernur Aceh yang dibacakan Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., Staf Ahli Gubernur Aceh, dalam peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) dan penyerahan piagam penghargaan kepada relawan Operasi Senyar Aceh 2025–2026, di Markas PMI Aceh, Ajun, Aceh Besar, Rabu (16/9/2026).
Mualem menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para relawan yang telah turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana.
“Penghargaan ini bukan sekadar tanda terima kasih, melainkan bentuk penghormatan atas ketulusan, kepedulian, keberanian dan pengabdian,” demikian pesan Mualem.
Menurutnya, penanganan bencana tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, PMI dan seluruh elemen masyarakat terus berikhtiar mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pemerintah tentu tidak berjalan sendiri. PMI, para relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan serta seluruh elemen masyarakat akan terus memiliki arti penting dalam membantu Aceh bangkit dan pulih,” tegas Mualem.
Ia menekankan, pemulihan harus memastikan masyarakat bukan hanya kembali ke tempat tinggalnya, tetapi juga dapat menjalani kehidupan dengan rasa aman, tenang dan penuh harapan.
Mualem juga memberikan penghormatan kepada seluruh relawan Operasi Senyar Aceh 2025–2026 atas pengabdian mereka selama penanganan bencana.
“Tidak semua pengabdian terlihat oleh manusia, tetapi insyaallah setiap pertolongan kepada sesama manusia menjadi amal kebaikan,” ujarnya.
Mualem berharap PMI Aceh semakin tangguh menghadapi bencana dan semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.









