MEUREUDU — Kaderisasi tidak berhenti pada kemampuan memahami organisasi. Di ruang publik, seorang kader dituntut mampu berbicara, menyampaikan gagasan, membaca persoalan masyarakat, sekaligus berani mengambil peran.
Pesan itulah yang dibawa Agmar Media, S.H., M.H., C.PS., ketika membekali peserta Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh dengan materi Public Speaking di Aula DPW Partai Aceh (PA) Pidie Jaya, Rabu (16/9/2026).
Agmar menempatkan kemampuan berbicara sebagai salah satu fondasi penting dalam pembentukan calon pemimpin. Menurutnya, gagasan yang baik tidak akan banyak berarti jika tidak mampu dikomunikasikan secara jelas kepada masyarakat.
“Berani berbicara adalah langkah awal untuk berani memimpin. Seorang pemimpin harus mampu menyampaikan gagasan, mendengarkan orang lain, dan berkomunikasi dengan baik,” ujar Agmar.
Ia menjelaskan, public speaking bukan sekadar berbicara di depan banyak orang. Keterampilan tersebut mencakup mental, kepercayaan diri, kemampuan mengemas pesan, membaca situasi, hingga membangun komunikasi dengan orang lain.
Dalam pelatihan, para kader diperkenalkan dengan teknik dasar berbicara di depan publik. Mulai dari membuka pembicaraan, mengatur suara dan intonasi, menjaga kontak mata, menggunakan bahasa tubuh, menyusun pesan, hingga menyampaikan pendapat secara efektif.
Peserta juga didorong untuk berani praktik dan tidak takut melakukan kesalahan.
Agmar mengatakan, kepercayaan diri tidak muncul dalam satu kali pelatihan. Kemampuan tersebut dibangun melalui latihan, pengalaman, keberanian mencoba dan evaluasi secara berkelanjutan.
Bagi kader muda, kemampuan komunikasi memiliki ruang yang jauh lebih luas daripada sekadar tampil di atas panggung.
Kemampuan tersebut dibutuhkan ketika kader berhadapan dengan masyarakat, menyampaikan aspirasi, membangun jaringan, berdiskusi, menyelesaikan persoalan, maupun menjelaskan gagasan yang mereka perjuangkan.
Oleh karena itu, kader yang memiliki gagasan sekaligus mampu mengomunikasikannya akan memiliki modal untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.
Pelatihan Public Speaking menjadi salah satu bagian dari proses pembekalan kader Japakeh agar tidak hanya memiliki semangat bergerak, tetapi juga memiliki kapasitas untuk tampil dan berkomunikasi di ruang publik.
Berani berbicara bukan berarti sekadar berani tampil. Berani berbicara berarti berani mempertanggungjawabkan gagasan. Dan dari keberanian itulah proses menuju kepemimpinan dapat dimulai.[Mul]









