Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

FAH UIN Ar-Raniry Luluskan 122 Sarjana, Dekan: Gelar Akademik Adalah Amanah

Atjeh Watch by Atjeh Watch
18/09/2026
in Kampus
0
FAH UIN Ar-Raniry Luluskan 122 Sarjana, Dekan: Gelar Akademik Adalah Amanah

Banda Aceh — Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh meluluskan 122 mahasiswa dalam Yudisium Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Kamis (17/9/2026).

Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin MA PhD, mengatakan gelar akademik yang diperoleh para lulusan bukan sekadar pencapaian pendidikan, melainkan amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Syarifuddin dengan mengutip kisah dalam novel Qindīl Umm Hāsyim karya sastrawan Mesir Yahya Haqqi. Novel yang terbit pada 1944 tersebut berkisah tentang Ismail, pemuda yang kembali ke Mesir setelah menempuh pendidikan kedokteran di Eropa.

Menurut Syarifuddin, kisah tersebut menggambarkan tantangan ketika pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan berhadapan dengan tradisi dan realitas masyarakat.

“Ilmu tidak diberikan kepada seseorang agar ia merasa lebih tinggi daripada masyarakatnya. Ilmu diberikan agar ia mampu mengangkat masyarakatnya,” ujar Syarifuddin.

Ia mengatakan gelar akademik baru memiliki makna ketika ilmu yang diperoleh dapat diwujudkan melalui tindakan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Syarifuddin kemudian menitipkan tiga pesan kepada para lulusan. Pertama, menjadikan gelar sebagai amanah. Kedua, tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan adab dan integritas. Ketiga, menghadirkan manfaat sekaligus menjaga nama baik almamater.

Menurut dia, perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan membuat lulusan harus terus belajar. Penguasaan teknologi, bahasa, komunikasi, dan jejaring, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan kejujuran dan integritas.

“Teknologi dapat membuat Saudara lebih cepat, tetapi adab dan integritaslah yang menentukan apakah Saudara berjalan ke arah yang benar,” katanya.

Ia juga mendorong lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang melalui karya dan kewirausahaan, termasuk berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan kebudayaan.

“Kesuksesan bukan hanya ketika Saudara memperoleh pekerjaan, tetapi ketika ilmu Saudara menghadirkan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Selain itu, Syarifuddin berpesan agar para lulusan tetap menghormati orang tua dan menjaga istiqamah dalam menjalankan ibadah, termasuk salat berjamaah.

Dalam yudisium tersebut, 40 lulusan merupakan laki-laki dan 82 perempuan. Sebanyak 27 lulusan meraih predikat cum laude, 35 dengan predikat pujian, dan 60 lainnya berpredikat sangat baik.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FAH UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, mengatakan 122 lulusan tersebut berasal dari tiga program studi. Rinciannya, 81 lulusan dari Ilmu Perpustakaan, 24 dari Bahasa dan Sastra Arab, serta 17 dari Sejarah Kebudayaan Islam.

“Dengan penambahan lulusan gelombang ini, total alumni Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh kini telah mencapai 4.078 orang,” kata Nazaruddin dalam laporan akademiknya.

Dalam kesempatan tersebut, fakultas juga memberikan penghargaan bungong jaroe kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Mereka adalah Teguh Firmansyah dari Prodi Sejarah Kebudayaan Islam dengan IPK 3,92, Riski Maulidia dari Prodi Bahasa dan Sastra Arab dengan IPK 3,69, serta Muhammad Rafli Arrasyid dari Prodi Ilmu Perpustakaan dengan IPK 3,73.

Yudisium turut diisi orasi ilmiah bertajuk “Adab di Zaman Fitnah: Tanggung Jawab Etis Lulusan Adab dan Humaniora” yang disampaikan Dr Muhammad Thalal Lc MSi MEd dosen Prodi Sejarah Kebudayaan Islam sekaligus dosen tamu di University of Melbourne, Australia.

Dalam orasinya, Thalal menyoroti tantangan disinformasi dan hoaks di tengah perkembangan kecerdasan buatan. Menurutnya, kemampuan AI menghasilkan informasi secara cepat harus diimbangi kemampuan manusia dalam memeriksa sumber dan memastikan kebenaran informasi.

“Di dunia yang berlomba mengotomasi segalanya, keterampilan membaca dengan cermat, menelusuri sumber, dan menahan kesimpulan berhenti menjadi keterampilan kuno, ia menjadi jangkar kebenaran,” kata Thalal.

Ia mengingatkan lulusan bidang bahasa, sejarah, dan ilmu perpustakaan agar menjadikan kompetensi akademik sebagai bekal untuk menjaga integritas informasi.

“Zaman fitnah akan selalu berganti wajah. Fakultas ini telah membekali Saudara dengan alat yang paling berharga yakni kesabaran menimbang sebelum berbicara. Jagalah alat itu, dunia sedang sangat membutuhkannya,” ujarnya. [ ]

Previous Post

BSI Siap Bantu dan Sukseskan MTQ XXXVIII Tingkat Provinsi Aceh di Abdya

Next Post

Kapal Induk Italia Garibaldi yang Dihibah ke RI Tiba di Tanjung Priok

Next Post
Kapal Induk Italia Garibaldi yang Dihibah ke RI Tiba di Tanjung Priok

Kapal Induk Italia Garibaldi yang Dihibah ke RI Tiba di Tanjung Priok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

03/11/2026
Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

03/11/2026
Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

03/11/2026
Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

03/11/2026
Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

FAH UIN Ar-Raniry Luluskan 122 Sarjana, Dekan: Gelar Akademik Adalah Amanah

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com