MEUREUDU — Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pidie Jaya yang baru dilantik, Munawar, langsung memasang target perubahan. Ia ingin PPP keluar dari pola politik yang hanya bergerak ketika pemilu tiba.
“Mesin partai tidak boleh panas saat pemilu saja. Harus terus hidup dan membersamai denyut nadi masyarakat,” tegas Munawar.
Ia menyebut konsolidasi struktur dari tingkat anak cabang hingga jenjang organisasi menjadi prioritas. Struktur harus diperkuat, kader digerakkan, dan partai harus hadir di tengah persoalan masyarakat.
Agenda berikutnya adalah kaderisasi generasi muda. PPP akan membuka ruang lebih besar bagi kaum milenial untuk dibina menjadi kader yang berintegritas, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap persoalan umat.
Tak berhenti pada konsolidasi, Munawar ingin kantor PPP menjadi pusat pengaduan dan advokasi rakyat. Masyarakat yang menghadapi persoalan sosial maupun ekonomi harus memiliki ruang untuk mengadu dan memperoleh pendampingan.
“PPP harus hadir membela yang lemah dan menyuarakan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Persoalan pemulihan pascabencana juga menjadi perhatian. PPP, kata Munawar, akan mendorong pendampingan jangka panjang serta mengawal kebutuhan masyarakat melalui jalur legislatif dan kebijakan publik.
Di sisi lain, PPP akan melakukan transformasi digital untuk memperkuat komunikasi, kampanye kreatif dan pelayanan masyarakat. Langkah ini diarahkan untuk mendekatkan partai dengan generasi muda.
Munawar juga menegaskan identitas keumatan PPP tidak akan ditinggalkan. Politik amar makruf nahi mungkar akan menjadi salah satu pijakan dalam perjuangan partai.
“PPP ingin mengembalikan marwah sebagai partai pejuang amar makruf nahi mungkar. Nilai Islam, akhlak dan Ahlussunnah wal Jamaah harus hadir dalam setiap kebijakan publik yang kita perjuangkan,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan baru, PPP Pidie Jaya ingin menggeser ukuran keberhasilan partai: bukan sekadar kuat saat merebut suara, tetapi hadir ketika rakyat membutuhkan suara.[Mul]









