BLANGKEJEREN – Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bencana yang terjadi setelah cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur dan mengganggu akses masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, menyebut bencana terjadi di Kecamatan Blangkejeren, Pining, Pantan Cuaca, dan Dabun Gelang. Di Blangkejeren, kejadian dilaporkan berlangsung di Gampong Durin Siku. Sementara di Kecamatan Dabun Gelang, bencana terjadi di Gampong Badak.
“Sebanyak 33 KK terdampak dan terisolir akibat bencana tersebut. Sementara itu, data mengenai warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa,” kata Muhaimini, Senin, 28 September 2026.
Bencana tersebut turut merusak sejumlah akses dan fasilitas penghubung. Jembatan gantung di Kecamatan Tripe Jaya dilaporkan putus. Selain itu, akses jalan Desa Ketukah di Kecamatan Blangjerango mengalami kerusakan.
Kerusakan juga terjadi pada akses jalan utama menuju Desa Remukut di Kecamatan Pantan Cuaca. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
“Selain itu, tanah longsor terjadi di Desa Leme yang berada di jalur Blangkejeren–Rikit Gaib. Jalan darurat Kuning Kurnia-Remukut juga dilaporkan putus sehingga mengganggu dan terisolir akibat bencana tersebut. Sementara itu, data mengenai warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan. Hingganggu akses masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Muhaimini.
Saat ini, petugas BPBD masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang terdampak bencana. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.
“Saat ini personel masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Saat ini, proses penanganan di sejumlah lokasi terdampak masih berlangsung. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadaap potensi banjir kiriman,” jelas Muhaimini.









