Subulussalam – Banjir melanda sejumlah permukiman warga di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, pada Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Subulussalam dan menyebabkan Sungai Lae Souraya meluap hingga ke kawasan permukiman penduduk.
Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam, wilayah yang terdampak banjir berada di Desa Sigrun dan Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat. Luapan air sungai tersebut mengakibatkan air memasuki rumah-rumah warga dan merendam sejumlah bangunan serta lingkungan permukiman.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 312 unit rumah warga terendam banjir. Dari jumlah tersebut, warga terdampak tersebar di dua desa, yakni 20 kepala keluarga (KK) di Desa Sigrun dan 292 KK di Desa Jabi-Jabi.
Meskipun banjir merendam ratusan rumah warga, hingga laporan terakhir diterima tidak terdapat pengungsi maupun korban jiwa. Kondisi tersebut masih terus dipantau oleh petugas di lapangan seiring dengan proses penanganan dan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Subulussalam telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Petugas melakukan kajian cepat untuk mengetahui kondisi dan dampak banjir di lokasi kejadian. Selain itu, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evaluasi, pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat banjir.
BPBD Kota Subulussalam juga memobilisasi satu unit perahu yang digunakan untuk mendukung proses evakuasi apabila diperlukan serta membantu penyaluran logistik kepada masyarakat terdampak. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kondisi banjir dan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat dipantau dan ditangani.
Hingga laporan ini disampaikan, kondisi di lokasi masih dalam tahap penanganan. Petugas BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan perkembangan kondisi banjir, evaluasi di lapangan serta pendataan dampak yang ditimbulkan. Perkembangan kondisi akan terus dipantau untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai situasi di lapangan.
BPBD Kota Subulussalam mengimbau masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Lae Souraya dan wilayah rawan banjir agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya peningkatan debit air, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.








