Banda Aceh – Jumlah wisatawan asing berwisata ke Aceh tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Turis ke Tanah Rencong masih didominasi warga Malaysia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah turis asing berwisata pada Agustus 2026 mencapai 4.031 kunjungan atau mengalami peningkatan 42,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah ini juga tertinggi sepanjang tahun ini.
“Secara agregat di tahun ini, selama periode Januari-Agustus 2026 jumlah wisman yang berkunjung ke Aceh mencapai 24.716 kunjungan, mengalami penurunan sebesar 12,35 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (c-to-c) yang berjumlah 28.197 kunjungan,” kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria, Senin (5/10/2026).
BPS mencatat jumlah kunjungan dari dua pintu masuk yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar dan Pelabuhan Internasional Sabang. Pada Agustus, WNA terbanyak berkunjung ke Aceh berasal dari Malaysia 2.952 orang disusul Perancis 89 orang dan Singapura 55 orang.
Bila dilihat sepanjang tahun ini, jumlah wisatawan Malaysia tercatat 16,299 orang disusul Australia 428 dan Singapura 411 orang. Mayoritas turis yang melancong tahun lalu juga berasal dari Negeri Jiran.
“Dari negara-negara asal wisman pada Agustus 2026, Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang ke Aceh yakni sebesar 73,23 persen dari total wisman,” ujarnya.
Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Aceh pada Agustus mencapai rata-rata 26,04 persen atau mengalami penurunan dibandingkan Juli 2026 (m-to-m) dengan rata-rata sebesar 29,04 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, TPK mengalami peningkatan secara y-on-y sebesar 1,96 persen poin dari 24,08 persen pada
Agustus 2025.
Agus menjelaskan, TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya pada Agustus 2026 tercatat sebesar 18,47 persen dimana mengalami penurunan sebesar 1,46 persen poin dibandingkan Juli 2026 (m-to-m). BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel bintang selama Agustus.
“Rata-rata menginap yaitu selama 1,56 malam, atau mengalami penurunan 0,11 persen poin dibandingkan Juli 2026 sebesar 1,67 malam. Sedangkan secara parsial rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang selama Agustus 2026 mencapai 1,23 malam, atau mengalami penurunan 0,49 persen poin dibandingkan Juli 2026 sebesar 1,72 malam,” ujarnya.
“Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu Indonesia di hotel bintang selama Agustus 2026 cenderung lebih rendah yaitu 1,58 malam yang mengalami penurunan sebesar 0,08 persen poin dibanding Juli 2026,” lanjut Agus.









