BLANGPIDIE — Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UKMPK-UTU) menggelar Latihan Pendidikan Dasar Penanggulangan Kebencanaan (LPDPK) bagi anggota baru.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 15-18 Oktober 2026 di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Sebanyak 26 peserta dari angkatan KILO mengikuti seluruh rangkaian latihan. Mereka dibekali berbagai materi dasar kebencanaan yang dikemas dalam bentuk teori dan praktik langsung di lapangan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari berbagai pihak, di antaranya Ketua FPTI Aceh, BPBD Aceh Barat Daya, FAJI Aceh Barat Daya, FPTI Aceh Barat Daya, Satgas SAR Abdya, BPBD Aceh Barat, RAPI, dosen UTU, serta pembina UKMPK-UTU.
Adapun materi yang diberikan meliputi Navigasi, Survival, Vertical Rescue, Water Rescue, SAR, Pertolongan Pertama dan materi Dapur Umum.
Praktik Vertical Rescue dan Water Rescue dilaksanakan selama satu hari penuh di Irigasi Susoh. Materi tersebut diajarkan langsung oleh pengurus FPTI Aceh Barat Daya dan FAJI Aceh Barat Daya, untuk memastikan kesiapan mental dan ketangguhan peserta dalam misi penyelamatan.
Ketua FPTI Aceh, Roni Guswandi, S.Pi atau yang akrab disapa Abi Roni, dalam materinya menyampaikan bahwa kehebatan seorang relawan lahir dari latihan yang terus menerus agar terbiasa menggunakan alat, perlengkapan, dan sarana lainnya.
Abi Roni yang juga menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh Barat Daya menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kesiapan relawan dalam setiap situasi kebencanaan.
“Fokus adalah sikap utama bagi relawan bencana untuk menyelesaikan misi. Dengan menjaga fokus, seorang relawan dapat menyalurkan energi, waktu, dan keterampilannya secara optimal untuk membantu sesama.,” kata Abi Roni yang juga merupakan Ketua DPRK Abdya.
Sementara itu, pemateri navigasi sekaligus Pembina UKMPK-UTU, Irsadi Aristora, dalam praktik SAR menyampaikan pesan kepada peserta:
“Relawan UKMPK-UTU harus tangguh dalam setiap situasi dan kondisi menghadapi bencana. Kemampuan manusia harus terus ditempa dengan ilmu. Tanpa ilmu, maka kita akan menjadi korban bencana.” kata salah satu akademisi Barat Selatan Aceh, Irsadi Aristora atau yang lebih dikenal dengan sapaan Wiro.
Ia mengharapkan melalui LPDPK ini, anggota baru UKMPK-UTU mampu menjadi relawan yang tangguh, terlatih, dan siap diterjunkan dalam berbagai misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“Anggota relawan baru diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, bekerja sama dalam tim, serta menunjukkan komitmen dan inisiatif tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan atau sosial yang diberikan,” pungkas Wiro.










