BANDA ACEH – Muliadi, S.E., M.E., M.Sc., alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan juga penerima beasiswa double degree BIB-LPDP Kementerian Agama di Universiti Utara Malaysia dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, berbagi pengalaman dan strategi meraih beasiswa kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry dalam Seminar Beasiswa bertajuk “Ternyata Ada Caranya” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Apresiasi untuk Kegigihan, Bukan Hanya Kepintaran” tersebut, Muliadi hadir sebagai special speaker untuk membagikan pengalaman perjalanan akademiknya, proses memperoleh beasiswa, serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan mahasiswa agar mampu bersaing dalam seleksi beasiswa.
Pengalaman Muliadi dalam memperoleh beasiswa telah dimulai sejak masa perkuliahan. Pada 2019, ia menjadi penerima Beasiswa Bank Indonesia. Setahun berikutnya, pada 2020, ia kembali memperoleh kesempatan melalui beasiswa penelitian semester akhir dari Baitul Mal Aceh. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya hingga berhasil meraih beasiswa double degree BIB-LPDP Kementerian Agama untuk menempuh pendidikan di Universiti Utara Malaysia dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Dalam pemaparannya, Muliadi menjelaskan bahwa mendapatkan beasiswa membutuhkan persiapan yang terencana, pemahaman terhadap persyaratan, serta konsistensi dalam mengembangkan kapasitas diri. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai mengenali peluang beasiswa sejak dini dan tidak menunggu hingga masa pendaftaran dibuka untuk mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga rekam jejak akademik melalui pencapaian nilai perkuliahan yang baik, sekaligus mengembangkan potensi nonakademik. Pengalaman organisasi, keterlibatan dalam kegiatan sosial, prestasi, dan kontribusi nyata di lingkungan sekitar dapat menjadi bagian penting dalam menunjukkan kualitas serta kesiapan seorang calon penerima beasiswa.
Selain itu, Muliadi membagikan tips menyusun esai yang kuat dengan mengangkat pengalaman nyata, tujuan pendidikan, serta rencana kontribusi pada masa mendatang. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menuliskan pencapaian, tetapi juga mampu menjelaskan proses, pembelajaran, dan nilai yang diperoleh dari setiap pengalaman tersebut. Kelengkapan dokumen, sertifikat kemampuan bahasa, serta bukti prestasi juga perlu dipersiapkan dan diperiksa dengan cermat sebelum pendaftaran dikirimkan.
Muliadi turut mengulas tahapan seleksi beasiswa LPDP, mulai dari seleksi administrasi, Tes Bakat Skolastik, hingga wawancara. Ia mendorong mahasiswa untuk mempelajari mekanisme seleksi setiap program, melatih kemampuan menjawab pertanyaan wawancara, serta membangun pemahaman yang jelas mengenai tujuan studi dan rencana setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, mahasiswa tidak perlu merasa minder ketika melihat pencapaian orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan dan kesempatan yang berbeda. Hal terpenting adalah mengenali potensi diri, memanfaatkan peluang yang tersedia, serta terus memperbaiki kekurangan melalui persiapan dan evaluasi.
Pengalamannya sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia pada 2019, beasiswa penelitian semester akhir dari Baitul Mal Aceh pada 2020, hingga beasiswa double degree BIB-LPDP Kementerian Agama menjadi bagian dari perjalanan yang ia bagikan kepada peserta. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa peluang beasiswa dapat ditempuh melalui berbagai jalur sesuai kebutuhan dan tahapan pendidikan, selama calon penerima memahami persyaratan dan mempersiapkan diri dengan baik.
Melalui sesi berbagi tersebut, Muliadi berharap mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry semakin percaya diri dalam mengejar peluang beasiswa, baik untuk mendukung pendidikan selama masa kuliah maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga berharap mahasiswa dapat memandang proses seleksi sebagai kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri, bukan sekadar persaingan untuk memperoleh bantuan pendidikan.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa meraih beasiswa bukan hanya tentang prestasi akademik, melainkan juga tentang kegigihan, kesiapan, dan kesungguhan dalam membangun masa depan.










