Suka Makmue – Masyarakat Desa Alue Seupeung, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya dalam memulihkan jaringan irigasi yang sebelumnya rusak akibat banjir.
Pulihnya jaringan tersebut diharapkan mendukung program rehabilitasi sawah seluas 55 hektare agar petani dapat kembali mengolah lahan dan menanam padi.
Apresiasi itu disampaikan Keuchik Alue Seupeung, Rustam YS, pada acara Peusijuek Blang atau tepung tawar sawah yang berlangsung di desa setempat, Selasa (20/10/2026).
Rustam menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Nagan Raya, Kementerian Pertanian (Kementan) serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I atas perhatian terhadap kondisi pertanian masyarakat, khususnya melalui pemulihan jaringan irigasi dan rencana rehabilitasi sawah yang terdampak banjir.
Menurutnya, berfungsinya kembali jaringan irigasi memberikan harapan baru bagi petani yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengolah lahan persawahan.
“Dengan pulihnya irigasi dan adanya program rehabilitasi sawah ini, masyarakat kembali memiliki kesempatan untuk mengolah tanah pertanian,” ujar Rustam.
Ia berharap program rehabilitasi sawah dapat berjalan lancar tanpa kendala sehingga petani di Desa Alue Seupeung dapat kembali menanam padi dan memperoleh hasil panen yang optimal.
“Kami mendukung penuh program rehabilitasi sawah, khususnya di Alue Seupeung. Semoga program ini berjalan lancar dan tidak terkendala apa pun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., menyampaikan bahwa pemulihan jaringan irigasi tersebut tidak terlepas dari peran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.
“Terima kasih kepada BWS Sumatera I. Alhamdulillah, jaringan irigasi di Desa Alue Seupeung telah kembali berfungsi. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujar Marzuki.
Selain pemulihan irigasi, Pemkab Nagan Raya melalui Dinas TPHP juga merencanakan rehabilitasi sawah seluas 55 hektare di Desa Alue Seupeung melalui program Kementerian Pertanian.
Marzuki berharap program tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar petani dapat kembali turun ke sawah dan mengaktifkan lahan pertanian yang sebelumnya tidak dapat diolah akibat dampak banjir.
“Kami ingin lahan-lahan yang sebelumnya tidak dapat diolah kembali produktif sehingga para petani bisa menjalankan kegiatan pertanian secara normal,” katanya.
Ia juga mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif para petani serta masyarakat gampong dalam menyukseskan program rehabilitasi tersebut.
“Keberhasilan pemulihan lahan pertanian membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparatur gampong, petani, dan seluruh pihak terkait,” pungkasnya.









