BANDA ACEH – Keberadaan anggota DPD di Senayan memiliki arti yang sangat penting. Mereka bicara mewakili daerah sehingga dianggap suaranya lebih mewakil.
Keberadaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Fungsi utama DPD RI adalah menjembatani aspirasi daerah agar menjadi kebijakan nasional dan menjaga keseimbangan kekuasaan demi mencegah sentralisasi kekuasaan.
Berdasarkan fungsi legislasi, pertimbangan, dan pengawasan yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Berbeda dengan anggota DPR yang terikat pada kebijakan dan kepentingan partai politik, anggota DPD dipilih secara independen dari jalur perseorangan.
Hal ini membuat para senator dapat fokus memperjuangkan kepentingan murni dari provinsi yang diwakilinya tanpa ada intervensi atau tekanan dari agenda politik partai.
Berdasarkan hasil Pemilu 2024, terdapat empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Aceh periode 2024–2029 yang telah resmi dilantik.
Berikut adalah profil singkat dari keempat sosok senator tersebut:
H. Sudirman Haji Uma, S.Sos.
Perolehan Suara: 1.060.991 suara.
Sosok ini lebih akrab disapa Haji Uma, ia merupakan sosok petahana yang kembali terpilih untuk ketiga kalinya. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal luas oleh masyarakat Aceh sebagai seniman, komedian, dan aktor utama dalam serial komedi Aceh yang sangat populer, Eumpang Breuh. Di DPD RI, ia dikenal sangat vokal dalam mengawal kasus-kasus kemanusiaan dan membela hak-hak warga Aceh, baik di daerah maupun yang berada di perantauan.
Tgk. Ahmada
Perolehan Suara: 207.464 suara.
Teungku Ahmada adalah sosok tokoh agama (ulama) dan pimpinan dayah/pesantren terkemuka asal Aceh Besar. Kehadirannya di DPD RI merepresentasikan aspirasi masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai syariat Islam dan kearifan lokal. Ia berkomitmen membawa nilai-nilai religius serta memperjuangkan penguatan kelembagaan adat dan keagamaan di tingkat nasional.
Darwati Abdul Gani, S.E.
Perolehan Suara: 184.528 suara.
Darwati Abdul Gani merupakan satu-satunya keterwakilan perempuan dari keempat senator terpilih asal Aceh periode ini. Ia adalah mantan Ibu Negara Aceh (istri dari mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf). Sebelum melenggang ke Senayan, Darwati memiliki rekam jejak politik yang matang sebagai mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Ia aktif berfokus pada isu-isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, sosial, dan pengembangan UMKM.
Azhari Cage, S.I.P.
• Perolehan Suara: 150.934 suara.
Azhari Cage merupakan politisi senior yang sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPRA dari Partai Aceh dan sempat memimpin Komisi I DPR Aceh. Ia dikenal sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang konsisten menyuarakan kekhususan Aceh dan implementasi butir-butir MoU Helsinki. Di DPD RI, ia bergabung di Komite II yang membidangi sektor pengelolaan sumber daya alam, maritim, dan infrastruktur demi mengawal percepatan pembangunan di daerah Aceh.









