Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 35

redaksi by redaksi
04/11/2026
in Cerbung
0
Sang Kombatan [Jilid 2]

“Ini buah simalakama,” kata Ridwan setengah berteriak. Ucapannya hampir saja menarik perhatian para pengunjung Warkop Bang Lah di area depan. Aku memberi isyarat agar dia bicara lebih pelan.

“Bang Yan simbol wilayah Pase. Semua tahu ia yang memimpin gerakan independent. Aku tak setuju jika Bang Yan dan rekan rekan yang sedang bersamanya ditinggalkan,” ujarnya lagi. Kali ini lebih pelan.

Dekjoel berdiri. Ia sosok Tentara Nanggroe paling muda di antara kami semua para eks pengawal kantor wilayah Pase. Sosok ini jarang bicara.

“Bukankah kita jadi Tentara Nanggroe untuk memerdekakan Aceh? Kenapa sekarang malah rela bersaing sesama demi hanya menjadi kaki tangan Jawa,” ujarnya tiba-tiba. Pernyataannya sangat menusuk. Aku hampir kehilangan kata-kata.

Rambo memberi isyarat ke Dekjoel untuk duduk kembali. Bagi Dekjoel, Rambo adalah Mualim atau pelatihnya. Setiap kata dari Rambo adalah perintah yang harus ditaatinya.

“Kami terima peunutoh-mu, Pakwa,” ujar Rusli.

Keadaan kemudian menjadi hening. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Karena panglima tertinggi netral, maka mendukung independent juga tak ada salahnya. Bang Yan itu pimpinan kita. Demikian juga dengan Dani dan pasukan Pase di Kutaradja. Kita tak mungkin meninggalkan mereka,” ujar Rambo.

“Sampaikan informasi kepada keluarga dan jaga barisan. Kalau ada Tentara Nanggroe di luar tim kita, yang berbeda pandangan politik, terutama di Pase, itu hak mereka. Jangan pernah berkonfrontasi langsung,” katanya lagi.

Semua mengangguk tanda sepakat. Rambo selalu mampu menutup kekuranganku di tengah-tengah pasukan.

“Ikut kata Rambo. Bukan kerena Irwandi atau Muhammad Nazar, tapi lebih karena Bang Yan dan pasukan Pase yang bersamanya. Sikap kita jelas, tak meninggalkan kawan. Kalau kemudian ada yang mengusik, kita hadapi bersama-sama,” kataku.

“Ini keputusan bersama soal poin pertama.”

Aku kemudian berdiri. Sikap ini membuat para pasukan heran. Kedua tangan tiba-tiba ku-angkat di atas kepala. “Untuk poin kedua, aku bersumpah. Aku menerima satu peunutoh dan peunutoh ini berbeda dengan keputusan wilayah. Apa kalian percaya?”tanyaku.

“Yang memberi peunutoh ingin kita mendukung paket lain untuk Pilkada Lhokseumawe. Tugas aku dan yang bisa menerima perintah ini, hanya mengawal keselamatan pasangan ini. Masalah menang kalah, urusan lain. Ini sesuai kesepakatan si pemberi peunutoh dengan pasangan calon itu. Hanya ini.”

“Yang jadi masalah-nya, si pemberi peunutoh tak akan pernah mengakui. Bagiku, peunutoh ini bersifat wajib. Tapi bagi kalian boleh menolak. Aku tak akan memaksa,” ujarku lagi sambil menarik nafas panjang.

“Mengapa aku menerima peunutoh ini. Karena aku tak ingin ada tragedi berdarah di Lhokseumawe. Mereka juga rakan kita yang harus kita jaga. Tapi beda sikap dengan dengan keputusan wilayah,” kataku.

“Sepakat,” teriak pasukan yang hadir. Tak ada beda pendapat sama sekali. Awalnya, aku sempat mengira jika poin kedua akan susah diterima. Minimal lebih sulit dari poin pertama. Namun ternyata justru sebaliknya.

[Bersambung]

Baca juga

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 34

Tags: Musa AMsang kombatanSang kombatan jilid 2
Previous Post

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 35

04/11/2026
Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

03/11/2026
Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

03/11/2026
Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

03/11/2026
Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 35

Rahmat MPI Raih Juara Lomba Catur Tarbiyah Fair 2026 IAIN Takengon

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com