Sigli – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Pidie dari Partai Demokrat, Alkautsar turut menyampaikan belasungkawa atas meninggal dan luka-luka saudara kita pada insiden penembakan, saat perayaan maulid Nabi Muhammad Saw di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie pada Rabu, 04 November 2026 kemarin.
“Ini luka kita bersama, saya minta TNI untuk tidak reaksioner dan represif menghadapi aspirasi masyarakat, tak perlu bersenjata saya pikir,” kata Alkautsar kepada awak media. Kamis, 05 November 2026.
Menurutnya, meski masih ada pendapat berbeda antara Aceh dan Jakarta terakait bendera. pendekatan keamanan dalam menyikapi persoalan bendera yang sudah jadi lembar daerah Aceh itu sangat tidak tepat, mari kita kedepankan pendekatan dialogis dengan rakyat.
“Mereka itu keluarga kita, saudara kita dan tidak bersenjata, jangan perlakukan seolah musuh yang begitu membahayakan,” ucapnya.
Pada kesempatan ini, Bendera Aceh sebagai identitas Aceh yang diakui dalam MoU Helsinky dan UUPA Nomor 11 Tahun 2006 kerap dipersoalkan dan sering menjadi gesekan antara aparat dan masyarakat.
Kepada pemerintah pusat dan elit pemerintah aceh harap segera duduk bersama, selesaikan persoalan ini, karena jika kejadian seperti ini terus berulang maka berpotensi terjadi hal-hal yang lebih buruk, tentu kita semua tidak menginginkan ini.
“Tentu kita ingin damai ini abadi dan bermartabat untuk Aceh dan Indonesia di masa depan,” tutupnya.[Mul]









