Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

KKP Upayakan Solusi Jangka Pendek Tangani Ikan Berlimpah di Aceh

redaksi by redaksi
11/05/2024
in Nanggroe
0
KKP Upayakan Solusi Jangka Pendek Tangani Ikan Berlimpah di Aceh

Irjen KKP Tornanda Syaifullah (pakek peci) saat meninjau pelabuhan perikanan atau PPS Kutaraja, Lampulo Banda Aceh, Jumat (10/8/2024) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengupayakan solusi jangka pendek dan panjang terkait melimpahnya hasil tangkapan nelayan di PPS Kutaraja Lampulo Banda Aceh agar kasus pembuangan ikan tidak terulang kembali ke depannya.

“Harus ada solusi jangka pendek dan jangka panjang, ini kesepakatan supaya ekonomi nelayan tidak terganggu, tetapi harusnya meningkat,” kata Inspektur Jenderal (Irjen) KKP, Tornanda Syaifullah, di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Tornanda Syaifullah saat meninjau dan berbincang dengan para nelayan di PPS Kutaraja Lampulo, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, di Banda Aceh.

Kunjungan tersebut setelah adanya kejadian nelayan Banda Aceh membuang ikan hasil tangkapan mereka sekitar tujuh ton karena sudah busuk dan tak layak konsumsi.

Tornanda menyampaikan, karena adanya peristiwa nelayan membuang ikan tersebut, maka pemerintah pusat memberikan perhatian penuh supaya masalah itu tidak terjadi lagi, baik di Aceh dan seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia.

“Menteri KKP langsung perintahkan, maka perlu kita lakukan koordinasi antara KKP dengan DKP Aceh, Panglima Laot dan pelaku usaha,” ujarnya.

Tornanda menuturkan, pemerintah terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini mulai dari hulu ke hilir, dan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam waktu dekat adalah membuat koperasi nelayan.

“Kedepannya kami ingin dibuatkan koperasi nelayan, semua yang tergabung dalam koperasi kita harap harus berkomitmen,” katanya .

Kemudian, kata dia, KKP juga berencana menampung ikan murah atau yang sudah busuk untuk selanjutnya diolah menjadi produksi pakan hingga tepung ikan.

Menurut dia, langkah ini sangat penting mengingat kebutuhan pakan di Aceh juga tergolong tinggi. Tetapi, selama ini hanya menerima kiriman dari Medan, Sumatera Utara.

“Maka kita usahakan hasil tangkapan tadi nelayan tadi itu yang tidak layak lagi konsumsi, kita upayakan untuk diolah,” ujarnya.

Untuk solusi jangka pendek ini, tambah Irjen, KKP segera menyiapkan mesin tepung ikan tersebut, dan nantinya langsung dilakukan pengolahan oleh koperasi yang sudah terbentuk.

“Pertama, rencananya juga kita bantu untuk pembiayaan modal awal koperasi. Jadi selesai masalah di jangka pendek,” katanya.

Irjen menambahkan, selain menyediakan mesin pengolahan tepung ikan, pihaknya juga bakal mendatangkan pembeli dari luar Aceh. Sehingga tangkapan nelayan tidak dapat ditampung, harga juga stabil.

Lalu, langkah awal pengolahan tepung ikan dengan mesin kecil harus dapat dikembangkan dan terus bertransformasi, akhirnya ekonomi nelayan Aceh meningkat.

“Mesin itu untuk modeling di hilir, kalau berjalan baik, bisa ditiru, dan nantinya terus bertransformasi. Sehingga ekonomi di sini secara tidak langsung meningkat,” demikian Tornanda.

Sumber: antara

Previous Post

Aceh Besar Raih 2 Juara Posyantek Lomba TTG XXV Tahun 2024

Next Post

Beda dengan AS, Australia Dukung Palestina Jadi Anggota PBB

Next Post
Beda dengan AS, Australia Dukung Palestina Jadi Anggota PBB

Beda dengan AS, Australia Dukung Palestina Jadi Anggota PBB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya

Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya

28/07/2026
Mahasiswa KKN USK Edukasi Anti Bullying dan Pancasiaga di SD Negeri 1 Bandar Baru, Siswa Antusias Ikuti Simulasi

Mahasiswa KKN USK Edukasi Anti Bullying dan Pancasiaga di SD Negeri 1 Bandar Baru, Siswa Antusias Ikuti Simulasi

28/07/2026
Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

28/07/2026
Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Aceh Gelar Donor Darah dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

28/07/2026
[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

28/07/2026

Terpopuler

KKP Upayakan Solusi Jangka Pendek Tangani Ikan Berlimpah di Aceh

KKP Upayakan Solusi Jangka Pendek Tangani Ikan Berlimpah di Aceh

11/05/2024

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

Jangan Biarkan HMI Hilang di Pidie, Wabup Alzaizi Serukan Kebangkitan Kader Pengawal Perubahan

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

[Opini] Pengawalan Kepada Pemerintah Harus Produktif, HMI Sigli Jangan Kehilangan Jati Diri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com