BANDA ACEH – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Ar-Raniry menggelar audiensi strategis bersama pimpinan STAI Pante Kulu dalam rangka mematangkan agenda kegiatan kaderisasi yang tidak hanya terstruktur secara teknis, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai ajaran Islam.
Audiensi tersebut diwakili oleh Ketua Bidang Kaderisasi PMII Komisariat UIN Ar-Raniry, Sahabat Muhammad Afif Irvandi El Tahiry, yang bertemu langsung dengan Ketua STAI Pante Kulu, Ibu Dr. Sarina Aini, Lc., MA., Ph.D., didampingi oleh Bidang Kemahasiswaan Bapak M. Isa Yusuf, serta Wakil Presiden Mahasiswa STAI Tgk Chik Pante Kulu, Abang Mubasyir, Kamis 23 April 2026
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat intelektual itu, pembahasan difokuskan pada penyusunan agenda kegiatan, penguatan teknis pelaksanaan, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam setiap proses kaderisasi.
Afif menegaskan bahwa PMII sebagai organisasi kader harus mampu menjaga keseimbangan antara intelektualitas, spiritualitas, dan gerakan sosial.
“Kaderisasi bukan hanya soal mencetak aktivis, tetapi melahirkan insan yang memiliki zikir, fikir, dan amal shaleh sebagai satu kesatuan nilai hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Sarina Aini menekankan pentingnya menjaga ruh keislaman dalam setiap aktivitas kemahasiswaan, terutama dalam konteks Aceh yang memiliki akar sejarah keulamaan yang kuat.
Ia mengingatkan bahwa STAI Pante Kulu berdiri tidak lepas dari jejak perjuangan ulama besar Aceh, yaitu Tgk Chik Pante Kulu, yang dikenal sebagai figur ulama yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun peradaban Islam di Aceh.
Nama Tgk Chik Pante Kulu bukan sekadar simbol historis, tetapi representasi dari tradisi keilmuan dan perjuangan Islam di Aceh. Ia dikenal sebagai ulama yang menanamkan nilai tauhid, akhlak, serta pendidikan berbasis dayah yang menjadi fondasi masyarakat Aceh hingga hari ini.
Dalam konteks tersebut, audiensi ini tidak hanya membahas teknis acara semata, tetapi juga upaya menghidupkan kembali spirit keulamaan dalam dunia kampus. Sebuah langkah yang dinilai krusial di tengah tantangan modernitas yang kerap menjauhkan generasi muda dari akar nilai.
Bapak M. Isa Yusuf dalam pandangannya menyampaikan bahwa kegiatan mahasiswa harus tetap berada dalam koridor syariat Islam, baik dari segi konsep, pelaksanaan, hingga dampaknya terhadap masyarakat.
“Kegiatan yang baik bukan hanya sukses secara acara, tetapi juga bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Presiden Mahasiswa, Mubasyir, yang menilai kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga mahasiswa dalam membangun karakter kader yang unggul.
Penetapan Waktu Pelaksanaan
Dari hasil audiensi tersebut, disepakati bahwa kegiatan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 3 Mei 2026, sebagai bentuk komitmen bersama dalam merealisasikan agenda yang telah dirancang secara matang, baik dari sisi konsep maupun teknis pelaksanaan.
Audiensi ini menghasilkan kesepahaman bahwa seluruh agenda yang akan dilaksanakan nantinya harus memperhatikan tiga hal utama: kematangan konsep, kesiapan teknis, dan kesesuaian dengan ajaran Islam.
PMII dan STAI Pante Kulu sepakat bahwa kaderisasi bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan proses pembentukan manusia paripurna yang berpikir tajam, berzikir dalam, dan beramal nyata.
Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, langkah ini menjadi penting: mengikat gerakan mahasiswa pada nilai, bukan sekadar euforia kegiatan.
Sebab dari ruang-ruang diskusi seperti inilah, masa depan kader dan mungkin masa depan umat sedang dirancang dan dibentuk.











