Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Politik Culas dan Politik Cerdas

redaksi by redaksi
05/07/2024
in Kolom
0
Politik Culas dan Politik Cerdas

Oleh Mulyana. Penulis adalah warga Julok Aceh Timur.

Peran kombatan GAM dalam kencah perpolitikan Aceh masih sangat kental, ini terbukti dari perolehan kursi partai aceh yang notabene nya di isi oleh tokoh dan aktivis GAM yang sebelum nya 18 kursi menjadi 20 kursi. Artinya, tingkat kepercayaan rakyat terhadap Partai Aceh terus bertambah.

Melihat peta politik di Aceh hari ini semakin seru, sosok muallem menjadi rebutan bagi partai nasional dan partai lokal yang ingin mengajukan calon wakil gubernur untuk mendampingi mantan panglima GAM tersebut. Namun, begitulah politik, selalu ada desas desus yang menjadi pembanding one of the top Muallem. Para pengamat mulai menerka- nerka siapa calon yang bisa menjadi lawan Mualem di pilkada nanti nya.

Desas desus tersebut juga terjadi di tingkat kabupaten/ kota. Seperti Aceh Timur, Partai Aceh secara “de facto” sudah mengajukan Iskandar Usman Al – Farlaky sebagai bacabup dan T. Zainal Abidin sebagai bacawabup. Dari segi popularitas sosok Al Farlaky bukan hanya di kenal di Aceh Timur, tapi dia di kenal di seantero Aceh, mungkin karena kevokalan nya selama 10 tahun di DPR Aceh dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menjadi warna tersendiri dalam pergolakan politik Aceh. Dan lagi, begitulah politik, selalu ada siasat dan hasrat yang buruk untuk menjatuhkan martabat seseorang.

Sikap culas dan rasa takut dalam bersaing menjadikan seseorang melakukan tindakan yang di luar kewajaran etika politik ketimuran.
Sehingga muncul rasa pesimis dengan menghalalkan segala cara untuk membungkam lawan politik nya yang di anggap berbahaya. Mental seperti ini muncul biasanya karena ada politisi yang punya prospek menjanjikan dan di proyeksikan memenangkan pertarungan pilkada.

Tampaknya pembunuhan karakter dalam politik tidak akan berkembang dan tidak tumbuh subur di lahan yang berupa publik, khususnya masyarakat Aceh Timur tingkat kemelekan politiknya sangat tinggi. Itu sebabnya, pendidikan politik menjadi bagian dari pencerahan bagi masyarakat agar melek politik menjadi agenda penting untuk sampai ke masyarakat awam benar-benar tercerahkan.

Dari segi elekstabilitas, nama Al farlaky kian kokoh, mungkin itu di sebabkan pengaruh nya yang sampai ke akar rumput, bahkan ada orang di sana mengatakan “Al farlaky menye di Aceh Timur, jangankan ureung, tiang listrek pih di turi jih”, begitulah kira- kira ketenaran lakap “Al farlaky” di tengah- tengah masyarakat. Bahkan bagi kaula muda lakap Al Farlaky sudah menjadi sebuah nuansa “heroik” kedaerahaan.

Bahkan bocoran dari salah satu pengurus parpol di Aceh, dari survey internal mereka, nama Al Farlaky terus memuncaki urutan paling atas. Nah, sampai disini kita dapat menyimpulkan, beredarnya isu- isu miring yang bertujuan merusak citra dan karakter nya tidak berpengaruh sama sekali, ini mungkin terjadi karena kedewasaan politik masyarakat Aceh Timur yang sudah matang, ada harapan bahwa pembunuhan politik secara perlahan akan terkikis karena publik setidaknya akan bisa membedakan mana perkara politik substansial dan mana yang hanya merupakan perkara artifisial (buatan).

Kita semua berharap, para elit politik harus sadar, bahwa pembunuhan karakter tak lagi menjadi strategi ampuh untuk menjatuhkan lawan politik, dan mereka pun pada akhirnya akan berpikir untuk bertarung dengan mengandalkan pilihan program, ide, gagasan dan kebijakan yang menarik bagi masyarakat.

Previous Post

Gelar Pasar Murah ke Daerah Terluar, Kabid Perdagangan Disperindagkop-UKM: Agar Semua Merasakan

Next Post

Aceh Sudah Terima Rp44,2 Triliun Dana Desa hingga 2024

Next Post
Aceh Sudah Terima Rp44,2 Triliun Dana Desa hingga 2024

Aceh Sudah Terima Rp44,2 Triliun Dana Desa hingga 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tim PKMBGB dan KKN Tematik USK Serahkan 15 Komposter Aerob

Tim PKMBGB dan KKN Tematik USK Serahkan 15 Komposter Aerob

27/09/2026
Tim PKMBGB USK Perkuat Kelembagaan ProKlim Alue Deah Teungoh Bersama ACCI USK dan DLHK3 Banda Aceh

Tim PKMBGB USK Perkuat Kelembagaan ProKlim Alue Deah Teungoh Bersama ACCI USK dan DLHK3 Banda Aceh

27/09/2026
HT Ibrahim Tutup Turnamen U-12 dan U-15: Saatnya Talenta Muda Aceh Naik Kelas

HT Ibrahim Tutup Turnamen U-12 dan U-15: Saatnya Talenta Muda Aceh Naik Kelas

27/09/2026
Dosen Psikologi Unimal Perkuat Kapasitas Pendamping Korban Kekerasan di Aceh Utara

Dosen Psikologi Unimal Perkuat Kapasitas Pendamping Korban Kekerasan di Aceh Utara

27/09/2026
Plt. Sekda Aceh Tengah: Pengunduran Diri Jauhari Diproses Sesuai Ketentuan

Plt. Sekda Aceh Tengah: Pengunduran Diri Jauhari Diproses Sesuai Ketentuan

27/09/2026

Terpopuler

Politik Culas dan Politik Cerdas

Politik Culas dan Politik Cerdas

05/07/2024

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Kunci Dipinjam untuk Cek Aset, Kantor Dekopinwil Aceh Malah Berubah Jadi Kantor REDD

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com