Aceh Selatan – Syukuran Peringatan 10 Muharram Hijriah. Dimana pada tanggal tersebut banyak masyarakat Muslim dunia terlebih di Aceh memasak bubur bersama.
Bubur tersebut dikenal dengan nama bubur Asyura.
Setelah masak, bubur Asyura dinikmati bersama juga disedeqahkan/dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Banyak riwayat asal muasal tradisi masak bubur Asyura dikalangan umat Islam.
Yang paling pupuler diantaranya, berawal dari kisah Nabi Nuh AS ketika mendaratkan kapalnya pertama kali usai banjir besar yang melanda dunia pada saat itu.
Saat pertama kali menyentuh daratan, Nabi Nuh memerintahkan umatnya untuk mengumpulkan semua sisa perbekalan ketika masih berlayar.
Kemudian, ia (Nabi Nuh. AS) memerintahkan agar semua sisa bekal itu dimasak bersama dan diaduk menjadi adonan bubur.
Bubur itulah yang kemudian disedekahkan kepada semua orang yang selamat dari bencana banjir besar kala itu.
Dari kisah tersebutlah pembuatan bubur Asyura terus dilakukan, hingga saat ini manjadi tradisi masyarakat Muslim di dunia, di Indonesia, terlebih lagi di Aceh, hingga saat ini.
Tak ketinggalan, hari ini Selasa (16/7/2024), Jamaah Balai Hakikat MPPT-I Latim bersama masyarakat sekitar, para santri dan segenap pengurus Dayah/Pindok Pesantren Baitil Hikmah, yang beralamat di Gampung Keumumu Hilir, Kec Labuhanhaji Timur, Kab Aceh Selatan juga melaksanakan kegiatan masak bubur Asyura.
Setelah masak, kemudian dinikmati bersama, juga dibawa pulang untuk berbuka puasa Muharram bagi yang melaksanakannya.
Selain itu, bubur Asyura juga dibagikan kepada jamaah dan masyarakat sekitar.
“Semoga Syukuran 10 Muharram ini membawa kebahagian dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Zainuddin selaku koordinator. (FJ)











