Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Umpan Lambung untuk Mualem: Dilema Jelang Pilgub Aceh

Joe Samalanga by Joe Samalanga
16/08/2024
in Opini
1
Umpan Lambung untuk Mualem: Dilema Jelang Pilgub Aceh

*Oleh: T. Mudas

PEMILIHAN Gubernur Aceh 2024 kian mendekat, hanya tinggal hitungan hari sebelum para bakal calon resmi mendaftarkan diri ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Saat ini, sorotan publik tertuju pada dua nama yang diprediksi akan maju sebagai calon gubernur: Bustami Hamzah, Penjabat Gubernur Aceh saat ini, dan Muzakkir Manaf, yang lebih dikenal sebagai Mualem, Ketua DPP Partai Aceh sekaligus mantan Panglima GAM.

Khusus untuk Mualem, yang dianggap sebagai calon kuat dalam pemilihan kali ini, muncul dilema yang tampaknya sedang membebani pikirannya. Masalah ini tidak lain adalah pemilihan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya dalam memimpin Aceh lima tahun ke depan.

Beberapa waktu lalu, Partai Aceh bersama sejumlah partai nasional yang mendukung Mualem telah sepakat untuk menunjuk Fadlullah, Ketua Partai Gerindra Aceh, sebagai pendamping Mualem.

Namun, di saat yang hampir bersamaan, beberapa elemen masyarakat sipil bergerak cepat untuk menggalang dukungan dari kalangan Dayah Aceh agar Tu Sop dijadikan sebagai calon wakil gubernur.

Gerakan yang dilakukan oleh elemen sipil dan aktivis Dayah tersebut dianggap sah-sah saja, mengingat hingga saat ini Mualem belum secara resmi mendaftarkan pasangannya ke KIP. Segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk kemungkinan Mualem berpasangan dengan Tu Sop.

Tetapi, manuver di masa-masa terakhir ini dinilai bisa mengganggu fokus Mualem, yang seharusnya pada saat-saat seperti ini lebih berkonsentrasi pada konsolidasi akar rumput.

Lebih dari itu, di media sosial, gerakan ini juga dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang berharap ketidakpastian ini terus berlanjut, bahkan berpotensi menimbulkan keretakan antara Mualem dengan kalangan Dayah yang selama ini harmonis.

Mualem dan Tu Sop diketahui sebagai karib yang saling mengisi. Bagi banyak pihak, keduanya dianggap pasangan yang ideal dalam Pilkada Aceh 2024. Namun, di sisi lain, Fadlullah juga memiliki kekuatan tersendiri yang diperlukan Mualem dalam membangun Aceh ke depan.

Terlebih lagi, dengan Prabowo yang diprediksi menjadi presiden berikutnya, hubungan Fadlullah dengan Prabowo dapat memberikan dukungan yang sangat diperlukan oleh Aceh, terutama dalam hal kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang kini berada di ujung tanduk.

Partai pendukung sudah menetapkan Fadlullah sebagai calon wakil gubernur. Namun, di sisi lain, elemen sipil dan aktivis Dayah bersama para ulama Aceh mendesak agar Tu Sop yang dijadikan pendamping Mualem.

Kondisi ini membuat Mualem berada dalam dilema, terutama dengan adanya opini di media sosial yang seolah-olah menuding Mualem akan anti-Dayah jika tidak mengakomodasi Tu Sop.

Kendati demikian, banyak yang percaya bahwa masyarakat Dayah tidak se pragmatis itu dalam berpolitik dan tidak se arogan itu dalam menuntut hak dan komitmen. Bagaimanapun, semua pihak berharap agar situasi ini segera menemukan titik terang.

Semoga prahara ini cepat berlalu. Amiin!

Penulis adalah Santri, mantan Penasehat Khusus Gubernur Aceh

Previous Post

Elemen Sipil Bakal Kaji Ulang Dukungan terhadap Pencalonan Mualem di Pilgub Aceh

Next Post

Hizbullah Pamer Terowongan Bawah Tanah Tempat Peluncur Rudal

Next Post
Hizbullah Pamer Terowongan Bawah Tanah Tempat Peluncur Rudal

Hizbullah Pamer Terowongan Bawah Tanah Tempat Peluncur Rudal

Comments 1

  1. Abusyik Malika says:
    2 tahun ago

    Kalau di Pilgub nanti Bustami Hamzah ikut maka Mualim harus memilih wakilnya Tusob, sia-sia pertimbangan kelanjutan otsus dan strategi pembangunan kalau belum terpilih jadi gub. Yang urgen dipertimbangkan sekarang strategi apa yang harus dipasang agar elektabilitasnya kuat. nyanban…

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

30/05/2026
Open House di Kediaman Bupati Al-Farlaky Dipadati Ribuan Warga

Open House di Kediaman Bupati Al-Farlaky Dipadati Ribuan Warga

30/05/2026
Nyan, Mutibas FC Juara Trofeo Lapas Kota Bakti Tanpa Kekalahan

Nyan, Mutibas FC Juara Trofeo Lapas Kota Bakti Tanpa Kekalahan

30/05/2026
Penumpang di Bandara SIM Aceh Turun 46 Persen saat Iduladha

Penumpang di Bandara SIM Aceh Turun 46 Persen saat Iduladha

30/05/2026
YPIK Nurul Quran Sembelih 11 Sapi dan 14 Kambing pada Iduladha 1447 H

YPIK Nurul Quran Sembelih 11 Sapi dan 14 Kambing pada Iduladha 1447 H

30/05/2026

Terpopuler

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

Lulus Seleksi di Bireuen, Atlet Sepak Bola Al Zahrah Lanjut Seleksi Regional Pra POPDA Aceh

30/05/2026

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Umpan Lambung untuk Mualem: Dilema Jelang Pilgub Aceh

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Gelar Asesmen Lapangan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Secara Daring

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com