Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

2 Pulau di AS dan Rusia Beda 21 Jam Padahal Berjarak 3,8 Km, Kok Bisa?

redaksi by redaksi
25/08/2024
in Internasional
0
2 Pulau di AS dan Rusia Beda 21 Jam Padahal Berjarak 3,8 Km, Kok Bisa?

Pulau Diomede Besar di wilayah Rusia dan Diomede Kecil di wilayah AS berada di Selat Bering. (Tangkapan Layar dari Google Maps)

Jakarta – Pulau Diomede dikenal unik karena memiliki dua waktu jauh berbeda padahal hanya berjarak sekitar 3,8 kilometer.
Pulau Diomede adalah sepasang pulau besar dan kecil yang terletak di Selat Bering, selat yang memisahkan antara benua Asia dan Amerika, tepatnya Rusia dan Amerika Serikat.

Karena terletak di Selat Bering, zona waktu dua pulau ini pun terpaut jauh. Kedua pulau memiliki beda waktu hingga 21 jam atau nyaris sehari.

Selat Bering merupakan lokasi garis khayal “Batas Penanggalan Internasional” berada. Garis ini yang menentukan zona waktu tiap-tiap wilayah di seluruh dunia.

Jika seseorang pergi ke arah barat dan melewati Batas Penanggalan Internasional, maka waktunya maju 24 jam. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang pergi ke timur dan melewati garis Batas Penanggalan Internasional, maka waktunya mundur 24 jam.

Pulau yang besar sendiri berada di wilayah Rusia. Oleh sebab itu dijuluki Pulau Besok (Tomorrow Island).

Sementara pulau yang kecil dijuluki Pulau Kemarin (Yesterday Island) karena berada di wilayah Amerika Serikat.

Pulau Diomede besar umumnya tidak memiliki populasi permanen. Namun, pulau ini menjadi situs stasiun observasi cuaca Rusia yang penting di negara itu, demikian dikutip dari Britannica.

Sementara itu, Pulau Diomede kecil dihuni oleh sekitar 82 jiwa (per 2021). Mereka umumnya orang-orang Chukchi, suku pelaut yang terampil.

Pulau Diomede memiliki suhu dingin yang ekstrem. Saat musim panas, suhu di pulau ini berkisar 4,4-10 derajat Celsius. Sementara saat musim dingin mencapai -14 sampai -12 derajat Celsius.

Dilansir dari laman Survei Geologi AS (USGS), ketika musim dingin, biasanya terbentuk gumpalan es yang menjembatani antara dua pulau besar dan kecil Diomede.

Secara teori, ini adalah satu-satunya waktu di mana seseorang bisa berjalan kaki dari Rusia (ujung timur dunia) ke Amerika Serikat (ujung barat dunia) dan sebaliknya.

Kendati demikian, perjalanan antara satu pulau ke pulau lain sangat amat dilarang keras.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

320 Roket Katyusha Hizbullah Hujani Israel, Bandara Tel Aviv Ditutup

Next Post

DPR usai Loloskan Aturan Pilkada Sesuai MK: Terima Kasih Mahasiswa

Next Post
DPR usai Loloskan Aturan Pilkada Sesuai MK: Terima Kasih Mahasiswa

DPR usai Loloskan Aturan Pilkada Sesuai MK: Terima Kasih Mahasiswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

25/05/2026
Pemkab Segera Lakukan Normalisasi Saluran Irigasi di Lhoknga

Pemkab Segera Lakukan Normalisasi Saluran Irigasi di Lhoknga

25/05/2026
Ngotot Perang, Trump ‘Tendang’ Netanyahu dari Pembicaraan Nego Iran

Ngotot Perang, Trump ‘Tendang’ Netanyahu dari Pembicaraan Nego Iran

25/05/2026
Tegang, Kapal Taiwan dan China Saling Adang di Laut China Selatan

Tegang, Kapal Taiwan dan China Saling Adang di Laut China Selatan

25/05/2026
Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

24/05/2026

Terpopuler

Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

24/05/2026

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

Panjat Tebing Perdana Ikut O2SN, Sekolah Kirim Atlet Muda ke Pertandingan

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com