Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Rasionalisasi, BKSDA Pertahankan Tiga dari Tujuh CRU di Aceh

redaksi by redaksi
26/10/2024
in Nanggroe
0
Rasionalisasi, BKSDA Pertahankan Tiga dari Tujuh CRU di Aceh

Arsip - Seorang wisatawan bersama mahout (pawang) menaiki gajah sumatera jinak di Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Kamis (2/3/2022). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Banda Aceh – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh merasionalisasi keberadaan Conservation Response Unit (CRU) di wilayah Aceh, tiga dari tujuh CRU tetap dipertahankan dan empat dinonaktifkan.

“Kebijakan ini diambil menyusul dukungan operasional termasuk insentif bagi asisten mahout (pawang) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah berhenti,” kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata, di Banda Aceh, Jumat.

BKSDA Aceh memutuskan untuk mempertahankan tiga unit aktif yaitu CRU Sampoiniet di Aceh Jaya, CRU Naca Trumon Tengah di Aceh Selatan, dan CRU Das Peusangan di Bener Meriah, mengingat di sana juga terdapat potensi ekowisata.

“Kita optimalkan tiga CRU saja karena keberadaan gajah di sana dapat memberikan edukasi kepada masyarakat ketika nanti dikembangkan menjadi ekowisata. Terus, ini kan jangka panjang,” ujarnya.

Sedangkan empat CRU yang bakal dinonaktifkan untuk mengefisiensikan operasional, yakni CRU Alue Kuyun di Aceh Barat, CRU Mila di Pidie, CRU Cot Girek di Aceh Utara, dan CRU Serbajadi Aceh Timur.

Meski empat CRU dinonaktifkan, lanjut dia, BKSDA memastikan mitigasi konflik satwa tetap berjalan melalui koordinasi dengan resor-resor pengelolaan di lapangan.

“Kita revitalisasi dan optimalkan saja. CRU tidak perlu sebanyak itu yang penting fungsinya tetap berjalan,” katanya.

Dirinya menuturkan, saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan CRU Sampoiniet Aceh Jaya karena mengalami rusak berat akibat ditimpa pohon tumpang pada 16 September 2023.

“Ini bukan berarti CRU dibubarkan, melainkan akan diaktifkan kembali setelah perbaikan sarana dan posko untuk mahout di sana rampung,” ujarnya.

Ia menambahkan karena adanya perbaikan, maka gajah jinak yang berada di CRU Sampoiniet beserta di CRU tidak aktif akan direlokasi ke Pusat Latihan Gajah (PLG) guna meningkatkan pengawasan dan monitoring satwa.

“Hanya CRU Trumon Tengah di Aceh Selatan yang sampai saat ini tetap beroperasi sepenuhnya karena dapat dukungan operasional dari APBN,” demikian Ujang Wisnu Barata.

Sumber: antara

Previous Post

Pj Gubernur Dorong Inovasi CWLD untuk Produktivitas Dana Wakaf

Next Post

Petugas dari KIP Aceh Sengaja ‘Biarkan’ Puluhan Orang Tanpa Tanda Pengenal Masuk ke Ruang Debat

Next Post
Plt Dirut BAS: CWLD Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memperkuat Ekonomi Syariah

Petugas dari KIP Aceh Sengaja 'Biarkan' Puluhan Orang Tanpa Tanda Pengenal Masuk ke Ruang Debat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Balqis Batrisya, Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Siap Bersaing di MTQ Kabupaten Bireuen

Balqis Batrisya, Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Siap Bersaing di MTQ Kabupaten Bireuen

29/09/2026
Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pascabencana

Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pascabencana

29/09/2026
Sekcam Peukan Bada dan Keuchik Lamteh Bicara Ekowisata Mangrove dalam Program Siereuboh RRI Pro-4 Banda Aceh

Sekcam Peukan Bada dan Keuchik Lamteh Bicara Ekowisata Mangrove dalam Program Siereuboh RRI Pro-4 Banda Aceh

29/09/2026
RSUD Teungku Peukan Gandeng Perumdam Tirta Abdya Jamin Suplai Air Bersih 24 Jam

RSUD Teungku Peukan Gandeng Perumdam Tirta Abdya Jamin Suplai Air Bersih 24 Jam

28/09/2026
Pemerintah Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

Pemerintah Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

28/09/2026

Terpopuler

Rasionalisasi, BKSDA Pertahankan Tiga dari Tujuh CRU di Aceh

Rasionalisasi, BKSDA Pertahankan Tiga dari Tujuh CRU di Aceh

26/10/2024

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com