Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Gelar Seminar Internasional,UIN Ar-Raniry Bahas Pemikiran Siddiq Fadzil dan Ali Hasjmy

Atjeh Watch by Atjeh Watch
21/11/2024
in Kampus
0
Gelar Seminar Internasional,UIN Ar-Raniry Bahas Pemikiran Siddiq Fadzil dan Ali Hasjmy

Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Wacana Pemikiran Siddiq Fadzil dan Ali Hasjmy” pada Kamis (21/11/2024) di Aula Rektorat Lantai 3 kampus tersebut.

Acara ini dibuka oleh Rektor UIN Ar-Raniry, yang diwakili oleh Kepala Pusat Layanan Internasional (PLI), Asyraf Muzaffar.

Seminar menghadirkan dua pemateri utama, yakni Dr Mawardi MA, akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Dato’ Paduka Ahmad Kassim, Ketua Syura Wadah-Abim-PKPIM Negeri Kedah, Malaysia.

Dalam sesi pertama, Mawardi mengupas tema “Kebangkitan Perjuangan Dakwah Prof Ali Hasjmy di Aceh”. Ia menyoroti peran Prof Ali Hasjmy sebagai ulama, sastrawan, dan pendidik yang membawa kebangkitan dakwah moderat di Aceh.

Dikatakan, salah satu pencapaian penting Ali Hasjmy adalah memperoleh gelar profesor dalam bidang dakwah pada tahun 1975 dari IAIN Ar-Raniry, yang menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan hidupnya.

“Sebagai ulama dan pendidik, Ali Hasjmy berhasil memadukan tradisi dan modernitas dalam dakwahnya. Melalui ceramah, karya ilmiah, dan sastra, ia memberikan dampak signifikan pada pengembangan pendidikan Islam dan budaya di Aceh,” ungkap Mawardi.

Mawardi mengatakan, Ali Hasjmy juga dikenal sebagai Gubernur Aceh periode 1957–1964. Ia aktif meningkatkan kesadaran keagamaan masyarakat melalui berbagai media, serta menerbitkan 18 karya sastra, lima buku terjemahan, dan 20 karya tulis lainnya.

“Kontribusi Ali Hasjmy meliputi pengembangan madrasah dan pesantren, serta pemberdayaan generasi muda. Visi dakwahnya, yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan modernitas, relevan untuk menjawab tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Dato’ Paduka Ahmad Kassim membawakan materi “Kepentingan Hidup Damai Bersama dan Perjuangan Global Prof Dr Siddiq Fadzil”. Ia mengulas pemikiran Siddiq Fadzil yang progresif dalam integrasi ilmu agama dan sains, pendidikan, serta keadilan sosial.

“Siddiq Fadzil menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan sains modern untuk membentuk individu yang matang secara spiritual dan intelektual. Beliau juga kritis terhadap pemikiran tradisional yang kurang relevan di era modern, sembari tetap menghormati warisan keilmuan Islam,” jelas Dato’ Paduka Ahmad Kassim.

Ia juga memaparkan peran pendidikan sebagai agen perubahan, kesadaran sosial, dan pendekatan progresif terhadap pemikiran Islam kontemporer, yang menjadi ciri khas pemikiran Siddiq Fadzil.

Seminar ini diharapkan menjadi wadah diskusi untuk menggali kembali gagasan dua tokoh besar, Siddiq Fadzil dari Malaysia dan Ali Hasjmy dari Aceh, Indonesia, khususnya dalam memperkuat wawasan Islam yang moderat, inklusif, dan relevan dengan tantangan global. []

Previous Post

Chaidir, Kepala UPTD BPKA Wilayah V Lhokseumawe Raih Juara I Kompetisi Inovasi Nasional

Next Post

PSGA STAIN Meulaboh Gelar Workshop Responsif Gender dan Anak

Next Post
PSGA STAIN Meulaboh Gelar Workshop Responsif Gender dan Anak

PSGA STAIN Meulaboh Gelar Workshop Responsif Gender dan Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

04/08/2026
Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

04/08/2026
Maroko Buka Suara soal Ribuan Warganya Terobos Masuk Ceuta Spanyol

Maroko Buka Suara soal Ribuan Warganya Terobos Masuk Ceuta Spanyol

04/08/2026
Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

03/08/2026
Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

Peukan Bada Terima 11,1 Ton Bantuan Ikan Segar dari DKP Aceh

03/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Gelar Seminar Internasional,UIN Ar-Raniry Bahas Pemikiran Siddiq Fadzil dan Ali Hasjmy

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

Jaksa Aktif Duduki Irban Khusus Pidie Jaya, Publik Menanti Ketegasan Pengawasan dan Akuntabilitas Kelola Daerah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com