Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Menghidupkan Kembali Marwah Pidie: Dari Krisis Figur hingga Solidaritas “Meutaloe Wareh”

redaksi by redaksi
19/09/2026
in Opini
0
Menghidupkan Kembali Marwah Pidie: Dari Krisis Figur hingga Solidaritas “Meutaloe Wareh”

Oleh: Dr. Safwan, S. Pd.I, M. Ag. ( Akademisi)

Usia 515 tahun Kabupaten Pidie seharusnya dirayakan dengan rasa bangga sebagai tanah yang melahirkan banyak ulama, pahlawan nasional, dan pemikir besar. Namun, angka setengah milenium ini justru menghadirkan ironi tajam. Kritik dari akademisi Dr. Safwan, S.Pd.I., M.Ag. mengenai “Krisis Figur Nasional” asal Pidie membuka mata kita bahwa daerah ini sedang mengalami kemunduran daya tawar politik, baik di tingkat Provinsi Aceh maupun di kancah nasional (Senayan).

Ketika tidak ada lagi tokoh Pidie yang memimpin partai politik utama di tingkat provinsi atau duduk sebagai perwakilan di DPR RI (Dapil Aceh 1), maka rantai aspirasi dan pengaruh strategis pun terputus.

Menjadikan “Meutaloe Wareh” Bukan Sekadar Slogan
Selama ini, filosofi Meutaloe Wareh (ikatan kekerabatan masyarakat Aceh) sering kali hanya berhenti sebagai romantisme kultural dan jargon pemanis bibir saat momen silaturahmi. Padahal, jika direvitalisasi secara modern, konsep ini merupakan modal sosial yang sangat kuat untuk membangun konsolidasi politik dan ekonomi.

Krisis figur yang melanda Pidie bukanlah karena kekurangan orang cerdas. Pidie memiliki ribuan intelektual, birokrat, pengusaha, dan profesional hebat. Masalah utamanya terletak pada lemahnya konsolidasi internal, fragmentasi politik lokal, dan ego sektoral yang membuat potensi besar tersebut berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang terpadu.

Langkah Konkret Diaspora Pidie di Perantauan
Menjawab tantangan mendesak ini, para tokoh dan diaspora Pidie di perantauan memegang kunci strategis untuk membalikkan keadaan melalui beberapa langkah konkret:

Membentuk Talent Pool dan Jaringan Kaderisasi: Diaspora yang sukses di berbagai sektor nasional (pemerintahan, akademisi, korporasi, hukum) perlu mendata, memetakan, dan membina generasi muda potensial asal Pidie untuk disiapkan menjadi calon pemimpin masa depan.

Transformasi Meutaloe Wareh Menjadi Network Capital: Mengubah ikatan emosional kekerabatan menjadi jaringan profesional yang saling mendukung, di mana para diaspora senior aktif memberikan bimbingan (mentorship) dan jalan karier bagi generasi penerus.

Konsolidasi Pendanaan dan Strategi Politik: Menggalang sinergi lintas sektor untuk mendukung kader-kader terbaik Pidie secara moral maupun logistik ketika mereka tampil dalam kontestasi politik, sehingga mereka tidak berjuang sendirian di medan laga.

Menjadi Jembatan Penghubung (Lobbying Power): Memanfaatkan posisi strategis diaspora di pusat kekuasaan untuk mengalirkan program pembangunan, investasi, dan perhatian kebijakan nasional langsung ke Kabupaten Pidie.

Refleksi 515 tahun Pidie harus dibaca sebagai alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat—baik di kampung halaman maupun di perantauan. Sudah saatnya ego lokal diredam, simpul meutaloe Wareh dirajut kembali secara profesional dan visioner, demi mengembalikan Pidie sebagai episentrum peradaban dan kepemimpinan di Aceh. []

Previous Post

Sayuti Pimpin Demokrat Aceh, DNA: Tak Ada Lagi Kubu-Kubuan

Next Post

Pemko Banda Aceh Jajaki Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Energi

Next Post
Pemko Banda Aceh Jajaki Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Energi

Pemko Banda Aceh Jajaki Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Energi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPA Luwa Nanggroe Desak Ketua DPRA Ambil Sikap Tegas Soal Penembakan di Tiro Pidie

KPA Luwa Nanggroe Desak Ketua DPRA Ambil Sikap Tegas Soal Penembakan di Tiro Pidie

05/11/2026
Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

04/11/2026
HMI Sigli Kecam Dugaan Penembakan Warga Sipil di Pidie, Desak Panglima TNI Usut Tuntas

HMI Sigli Kecam Dugaan Penembakan Warga Sipil di Pidie, Desak Panglima TNI Usut Tuntas

04/11/2026
Sekretaris JASA Pidie Jaya Kecam Penembakan Warga Sipil di Tiro, Desak Pengusutan Tuntas

Sekretaris JASA Pidie Jaya Kecam Penembakan Warga Sipil di Tiro, Desak Pengusutan Tuntas

04/11/2026
Reza Utama Apresiasi Langkah MPD, Dorong Kolaborasi Pendidikan Aceh Selatan Hasilkan Program Nyata

Reza Utama Apresiasi Langkah MPD, Dorong Kolaborasi Pendidikan Aceh Selatan Hasilkan Program Nyata

04/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Bupati Anak Tukang Jahit Ini Berani Minta Dua Hal ke Menteri Didepan Ratusan Nelayan

Abdya Jadi Contoh: Kampung Nelayan Merah Putih Lhok Pawoh Disorot Mentri

Menghidupkan Kembali Marwah Pidie: Dari Krisis Figur hingga Solidaritas “Meutaloe Wareh”

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com